Yadi Mulyadi, Sosok Petugas KPPS Karawang Dapat Penegasan dari Wakil Ketua DPRD

Ritual Doa Usai Almarhum Yadi Mulyadi Dimakamkan./Foto: Rmol

Ritual Doa Usai Almarhum Yadi Mulyadi Dimakamkan./Foto: Rmol

POJOKJABAR.com, KARAWANG– Meninggalnya sejumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) saat bertugas pada mimen Pemilihan (Pemilu) 2019 mendapatkan ungkapan belasungkawa dari Wakil Ketua DPRD Karawang Sri Rahayu Agustina.

Diketahui hasil laporan sejumlah media, sudah ada dua anggota KPPS meninggal dunia, baik saat menjalankan maupun usai menjalankan tugas di TPS.

“Sebagai wakil rakyat maupun pribadi saya mengucapkan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya pejuang demokrasi, bernama Yadi Mulyadi (65) ” ungkapnya kepada RMOL,Jabar (Pojokjabar.com group), usai prosesi pemakaman anggota KPPS TPS 38 di lokasi pemakaman. Minggu (20/4)

Dia menegaskan anggota KPPS yang bekerja di TPS merupakan pejuang demokrasi karena sejak tahapan Pemilu serentak 2019, hingga usai penghitungan bekerja tanpa lelah untuk mensukseskan penyelelnggaraan Pilpres dan Pileg 2019.

“Mereka itu gugur dalam mensuksekan penyelenggaraan pemilu serentak, “katanya.

Sri berharap seluruh keluarga yang ditinggalkan juga bisa tabah dalam menghadapi musibah tersebut dan mengenang kebaikan dari almarhum Mulyadi.

“Kami menganggap mereka yang meninggal adalah pejuang demokrasi,  semoga apa yang telah dilakukan almarhum dapat menjadi inspirasi dan cerita membanggakan bagi keluarga atau anak-anak yang ditinggalkan,” katanya.

Sri menyoroti beratnya beban kerja petugas KPPS dalam sistem pemilu serentak, baik sebelum dan pasca pencoblosan. Baginya menyelesaikan penghitungan lima jenis kertas suara dalam waktu cepat tentu akan menguras tenaga dan pikiran.

“Tugas mereka (KPPS) sangat berat dalam Pemilu serentak 2019, sehingga menjadi beban tersendiri dalam menyukseskan demokrasi,”pungkasnya.

(son/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds