Ada Anak di Kampanye Terbuka Jokowi-Ma’ruf di Karawang, Begini Tanggapan KPAI

Anak di Kampanye Terbuka Jokowi-Ma'ruf di Karawang./Foto: RMol

Anak di Kampanye Terbuka Jokowi-Ma'ruf di Karawang./Foto: RMol

POJOKJABAR.com, KARAWANG– Masih ditemukan anak dan balita mengikuti kampanye terbuka Paslon capres cawapres 01 Jokowi-Ma’ruf, di Stadion Singaperbangsa, Kabupaten Karawang, Selasa (9/4).

Pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pun melakukan pengawasan dan koordinasi dengan Bawaslu Kabupaten Karawang.

“Dalam pertemuan KPAI dan Bawaslu setelah kampanye selesai, maka dilakukan kajian bersama yang dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kursin Kurniawan dan tim pengawas kampanye terkait banyaknya temuan anak-anak yang dibawa oleh orang tua dan lembaga pendidikan pesantren yang diduga berasal dari wilayah Kabupaten Ciamis dan Cianjur dalam kampanye terbuka tersebut,” ujar Komisioner KPAI Jasra Putra, kepada Kantor Berita RMOLJabar (Pojokjabar.com group), Selasa (9/4)

Empat hari menjelang minggu tenang, pelibatan anak dalam kampanye terbuka masih banyak terjadi. Hal ini menandakan bahwa panitia atau peserta kampanye belum memiliki solusi yang efektif terkait masih hadirnya anak-anak dalam kampanye.

“Alasan-alasan klasik seperti anak diajak oleh orang tua yang tidak memiliki pengasuh dirumah, sudah dihimbau agar tidak membawa anak-anak dan alasan lain yang disampaikan oleh panitia maupun orang tua,” ujar Jasra

Padahal, menurut Jasra alasan tersebut tentu akan ada solusi jika komitmen perlindungan anak dan pemenuhan hak anak menjadi perhatian utama .

“Anak-anak dan balita yang ikut kampanye di Kabupaten Karawang tersebut mereka merasakan kelelahan dan menangis karena terik panas yang dirasakan oleh anak-anak ditengah orang-dewasa yang hadir,” kata Jasra.

Tentu kondisi ini akan memberikan dampak fisik dan psikis bagi anak dalam tumbuh kembangnya yang seharusnya menjadi kewajiban semua pihak untuk melindungi. Sangat kita sayangkan ada pengakuan dari anak yang diwawancarai bahwa mereka diajak sebetulnya untuk pergi ke Jakarta mengunjungi salah satu keluarga pengasuh, namun ternyata mereka diajak kedalam arena kampanye terbuka Capres 01.

“Hal ini tentu melukai perasaan anak terkait informasi awal yang tidak sesuai dengan kenyataan,” tandasnya.

(aga/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds