Air Bendung Barugbug Karawang Masih Hitam Pekat dan Berbau

AMBIL SAMPEL: Pegiat lingkungan mengambil sampel air Bendung Barugbug untuk diteliti. Air bendung ini tidak pernah jernih, selalu tercemar. Berwarna hitam dan bau. ASEP SOPIAN/RADAR KARAWANG

AMBIL SAMPEL: Pegiat lingkungan mengambil sampel air Bendung Barugbug untuk diteliti. Air bendung ini tidak pernah jernih, selalu tercemar. Berwarna hitam dan bau. ASEP SOPIAN/RADAR KARAWANG

Quick Count Pilpres 2019

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Hitam pekat dan bau sangat menyengat. Itulah pemandangan yang terlihat dan dirasakan ketika berada di dekat Bendung Barugbug Jatisari. Bau dari air tersebut dikeluhkan sejumlah warga Desa Barugbug dan Situdam.

Namun, masyarakat hanya bisa pasrah dengan kondisi air bendungan yang sudah hampir puluhan tahun tercemari oleh limbah industri dari kabupaten tetangga yakni Purwakarta dan Subang.

H Iwan Somantri, seorang pegiat lingkungan menyampaikan, sejak bulan Oktober 2018 lalu ia beserta warga dan tokoh pemuda sekitar selalu melakukan upaya mengenai pencemaran Bendung Barugbug yang sudah lama tidak terselesaikan.

”Berbagai upaya sudah kita lakukan untuk menyelesaikan permasalahan pencemaran Bendung Barugbug itu,” kata Iwan, kepada Radar Karawang (Pojoksatu.id Group), Senin (11/02/2019).

Salah satu upaya yang dilakukan, kata Iwan, ialah dengan melakukan berbagai pertemuan dan kajian bersama dengan beberapa pihak lain untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

”Bagi saya mau itu baru satu tahun atau puluhan tahun yang jelas harus ditindak. Kita juga sudah melakukan pengujian dan hasilnya positif tercemar tetapi terjadi pembiaran oleh pemerintah,” katanya.

Dikatakan Iwan, berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh dia dan para tokoh pemuda di sana. Ada 9 perusahaan dari 3 kabupaten yang terindikasi melakukan pencemaran aliran sungai Cilamaya. ”7 perusahaan dari Purwakarta, 1 perusahaan dari Subang dan 1 perusahaan dari Karawang,” paparnya.

loading...

Feeds