Massa Kepung Kantor KPU Indramayu, Polisi Tembak Provokator dan Semburkan Gas Air Mata

Simulasi pengamanan kantor KPU Indramayu dikepung massa yang protes hasil Pemilu 2019 (yanto)

Simulasi pengamanan kantor KPU Indramayu dikepung massa yang protes hasil Pemilu 2019 (yanto)

Quick Count Pilpres 2019

POJOKJABAR.com, INDRAMAYU – Massa yang tidak puas hasil Pemilu 2019 mengepung kantor KPU Indramayu. Massa ngotot dan mulai merangsek masuk kantor KPU. Polisi tembakkan gas air mata.

Seiring dengan itu, aparat kepolisian dibantu personel TNI membuat barikade untuk menghalang massa aksi masuk ke kantor KPU Kabupaten Indramayu.

Hingga akhirnya  kericuhan pun terjadi. Melihat situasi yang sudah tidak kondusif, aparat yang berjaga mengambil tindakan tegas dengan menembakan gas air mata, brigade motor pun bergerak untuk memecah massa aksi, akhirnya pendemopun lari kocar-kacir.

Sejumlah provokator pun terpaksa diberi timah panas lantaran melawan saat hendak diamankan petugas.

Namun itu situasi tersebut hanya terjadi dalam simulasi pengamanan Pemilu 2019 di kantor KPU Kabupaten Indramayu yang dilakukan Polres Indramayu dan Dandim 06/16 Indramayu. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 400 personel, Jumat (8/02/2019).

“Latihan Gabungan TNI-Polri dalam rangka pengaman Pileg dan Pilpres,” tegas Kapolres Indramayu AKBP M. Yoris M.Y Marzuki didampingi Dandin 06/16 Indramayu Letkol Kav Agung Nur Cahyono, usai memimpin simulasi pengamanan Pemilu 2019.

Kegiatan tersebut sengaja dilakukan agar bilamana situasi tersebut benar-benar terjadi, TNI-Polri akan mengambil langkah-langkah tegas dalam menjaga kondusifitas daerah di Pemilu 2019.

“TNI-Polri solid dalam mensukseskan Pemilu 2019 aman, damai, dan sejuk,” tandasnya.

Meskipun begitu pihaknya tetap optimis, penyelenggaraan Pemilu di Kabupaten Indramayu berjalan aman, damai, dan sejuk. Serta kondusifitas daerah tetap terjaga.

Sementara itu Ketua KPUD Indramayu Ahmad Toni Fatoni, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh TNI-Polri dalam mengamankan jalanya Pemilu 2019. Terlebih, pelaksanaan pesta Demokrasi sudah semakin dekat.

Simulasi seperti massa yang mengepung kantor KPU Indramayu ini diperlukan oleh aparat penegak hukum dalam mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

“Waktu menuju tanggal 17 April kian dekat,” pungkasnya.

(pri/pojokjabar)

loading...

Feeds