Categories: Pantura

Komplotan Penjual Gadis Perawan ke Jakarta Ditangkap Polisi, Bermodus SPG dan Baby Sitter

POJOKJABAR.com, INDRAMAYU – Empat pelaku penjual gadis-gadis dibekuk Satreskrim Polres Indramayu, salah satunya pasangan suami Istri (pasutri). Perempuan ini dijual Rp2 juta per orang di Jakarta.

Keempat tersangka perdagangan orang ini berinisal FS (31) asal Indramayu, FG (33) dari Yogyakarta, AR (34) dari Depok, dan WN (16) dari Indramayu. WN merupakan istri siri dari FG.

Komplotan tersebut menjerat korbannya dengan iming-iming bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG) maupun baby sitter (pengasuh bayi) dengan gaji Rp200 – Rp300 ribu/hari.

Namun kenyataanya para korban dipekerjakan sebagai terapis hingga Pekerja Seks Komersial (PSK) di tempat spa plus-plus di Jakarta.

Dengan modus tersebut, komplotan telah berhasil menggaet sebanyak 7 orang perempuan, 5 perempuan diantaranya masih belum cukup umur. Berusia 14-16 tahun.

“Ada 4 tersangka yang kami amankan, salah satu dari mereka masih di bawah umur,” beber Kapolres Indramayu AKBP M. Yoris M.Y Marzuki melalui Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Suseno Adi Wibowo, Rabu (06/02/2019).

Awal pengungkapan bermula dari informasi, sambung Kasatreskrim Polres Indramayu AKP Suseno Adi Wibowo, adanya seorang perempuan yang disekap didalam rumah di daerah Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu.

Meskipun pelaku FS awalnya tidak mengaku, namun begitu petugas melakukan penggeledahan, ternyata ditemukan seorang perempuan bernama Rosyana (24) asal Kabupaten Majalengka.

“Korban berada dikamar dan dalam kondisi ketakutan, karena diancam pelaku untuk diam dan tidak keluar kamar,” jelasnya.

“Setelah dilakukan pengembangan, 3 pelaku lainya berhasil diamankan petugas Satreskrim Polres Indramayu,” tutur Kasatreskrim Polres Indramayu AKP Suseno Adi Wibowo.

Untuk memuluskan aksinya, komplotan tersebut memiliki CV fiktif dan memalsukan dokumen kependudukan serta surat ijin orang tua, sehingga aksi mereka seolah-olah sebagai penyalur tenaga kerja.

“Para pelaku dikenakan pasal 2, 6, dan 10 UU 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, ancaman hukuman maksimal 15 tahun,” tegasnya.

(pri/pojokjabar)

ikrar amin

Share
Published by
ikrar amin
Tags: berita indramayukabupaten indramayuKapolres Indramayu AKBP M. Yoris M.Y MarzukiPenjual Gadis ke Jakarta Ditangkappolres indramayu

Recent Posts

  • Cirebon

IAIN Cirebon Gelar FGD, Bahas Standar Biaya Masukan Kampus

Meskipun tidak seragam tapi ada kesamaan dalam sisi pembiayaan terkait dengan honor-honor dan lain sebagainya. Meskipun ada standar biaya yang…

24 Mei 2019 04:48 WIB 04:48
  • Bandung
  • Nasional
  • Politik

Polisi Ungkap Soal Mobil Gerindra, 2 Pelaku Pengurus DPC Tasikmelaya

Tidak mempunya kualifikasi sebagai medis. Dua tidak ada perlengkapan medis. Ketiga malah ada batu

24 Mei 2019 04:40 WIB 04:40
  • Cirebon

Gudang CV Mukalah Terbakar, Begini Kronologisnya

penyebab dari kebakaran gudang CV Mukalah tersebut diduga akibat papan tempat pembakaran terlalu dekat dengan tembok tempat oven breket, dan…

24 Mei 2019 04:39 WIB 04:39
  • Bogor
  • Nasional
  • Politik

Polemik Pemilu Bikin Skeptis, Begini Sikap Mahasiswa Bogor

Oleh karena itu, dengan ini kami menyatakan sikap menuntut bawaslu tegas dalam berbagai sikap terkait kecurangan pemilu, enuntut KPU untuk…

24 Mei 2019 00:00 WIB 00:00
  • Purwakarta

Anak Remaja 16 Tahun Diduga Korban Kerusuhan 22 Mei, Dimakamkan Malam Hari di Purwakarta

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA - Diduga salah satu aksi unjuk rasa yang kemudian terjadi kerusuhan pada tanggal 22 Mei lalu memakan korban…

23 Mei 2019 22:32 WIB 22:32
  • Priangan

Pasien Keluhkan Tarif Parkir Selangit di RS Hasna Medika

besaran tarif parkir seharusnya ada keseragaman, agar warga tidak terkejut saat harus membayar. Masalahnya, imbuh RN, bukan besar kecilnya uang…

23 Mei 2019 22:31 WIB 22:31