LPK Yuuki Training Center Indonesia Hadir di Kuningan

LPK Yuuki Training Center Indonesia Usai Launching di Kantor Terletsk di Desa Bojong, Kecamatan Cilmus, Kuningan

LPK Yuuki Training Center Indonesia Usai Launching di Kantor Terletsk di Desa Bojong, Kecamatan Cilmus, Kuningan


POJOKJABAR.com, KUNINGAN – Upaya pengabdian terhadap lingkungan masyarakat tidak terputus, meski bukan penyelenggaran pemerintah di daerah. Hal itu seperti yang dilakukan H. Ajat Sudrajat mantan pejabat kuningan ini membukitkan melalui pendirian LPK Yuuki Training Center Indonesia.

“Lembaga kursus bahasa ini sebagai tahapan para calon pemagangan perawatan yang akan dibutuhkan di negara jepang sana,” ungkap H.

Ajat saat ditemui disela kegiatan launching Yuuki Training Center Indoensia di lingkungan kediamannya, Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Sabtu (26/01/2019).

Ajat menjelaskan, terbukanya LPK ini untuk umum yang berminat berkarir di negeri sakura kelak. Hal itu tentunya, harus memiliki keahlian dalam bidang ilmu keperawatan dan keterampilan serta kecakapan yang didukung oleh kesehatan lahir batin.

”Karena, untuk penempatan atau berkarir di sana. Kami telah bekerjasama dalam bidang pemagangan dan tenaga kerja di industri – indsutri lainnya. Seperti, bidang otomotif dan peternakan,” jelasnya.

Ditempat sama, Direktur LPK Yuuki Training Center Indonesia yakni Sopyan Komarudin menyatakan, ada beberapa persyaratan yang menjadi pendukung kenyamanan untuk bekerja di negara jepang.

“Salah satunya itu, izin orang tua serta mental kesehatannya juga. Kemudian, para calon pemagang harus mengikuti pendidikan atau kursus bahasa sebagai alat komunikasinya,” terang Sopyan yang sudah lama kerja di Negara Jepang selama enam tahun.

Menyinggung soal pendirian di kuningan, Sopyan mengatakan, berdiri LPK Yuuki Training Center Indonesia di kuningan, ini sebuah pengabdian terhadap daerah dalam mengurangi angka pengangguran. Pasalnya, melaihat kemajuan dan perkembang sumber daya manusia di tanah kelahiran ini, sudah tidak diragukan untuk menunjukan keahliannya di negara maju dan berkembang.

“Saya asli kuningan. Oleh karenanya, saya ingin mengajak masyarakat kuningan lebih maju dan berkembang. Terutama dalam mengaplikasi pengetahuannya di negara – negara maju dan berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Trading Care Japan yakni Junko Niimi melalui penerjemah yakni Soyan mengatakan, terpilihnya warga Indonesia untuk tenaga perawat. Hal itu berdasarkan keramahan dalam melakukan kerja.

(pay/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds