VIDEO Kebakaran SPBU di Desa Ciawigebang Kuningan, Kerugian Ratusan Juta

Kebakaran SPBU di Kuningan, Kamis (24/1/2019) malam./Foto: Ipay

Kebakaran SPBU di Kuningan, Kamis (24/1/2019) malam./Foto: Ipay


POJOKJABAR.com, KUNINGAN– Terjadi kebakaran di SPBU milik Ani di Desa Ciawigebang, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan sekira pukul 21.45 WIB.

Hal ini dibenarkan Plt Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan M. Khadafi Mufti.

“Saat kejadian terlihat kobaran api yang besar merambat datang dari arah selokan sebelah timur SPBU,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Khadafi, sekitar pukul 21.10 WIB warga setempat yang bernama Euis (48) kebetulan sedang berada di lokasi yang berdekatan dengan SPBU, melaporkan kejadian kebakaran ke kantor UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan.

“Sebanyak 1 randis Damkar dan 5 anggota meluncur ke TKP tiba pada pukul 21. 25 WIB,” katanya.

Pihaknya mengaku mengatasi kebakaran yang sangat besar dengan mengerahkan anggota Damkar berjumlah 29 orang dan 3 Randis Damkar diterjunkan ke TKP.

“Api sempat padam pada pukul 22.30 WIB, kemudian kembali menyala dan dapat dipadamkan sekitar pukul 00.20 WIB,” jelasnuya.

Petugas Damkar yang dibantu anggota kepolisian sektor Ciawigebang, Camat Ciawigebang melakukan pemeriksaan penyebab awal terjadinya kebakaran dengan memeriksa sumur atau tempat penmpungan bahan bakar jenis premium atau petralite.

“Penyebab kebakaran sementara diduga dari kebocoran dari saluran pipa pengisian BBM jenis bensin/petralite yang kebetulan pada saat terjadinya kebakaran sedang dalam proses perbaikan,” bebernya.

Pihaknya menyayangkan tidak adanya upaya kooperatif dari pihak pemilik SPBU pada saat didatangi Kapolsek Sektor Ciawgebang dan Camat Ciawigebang Kabupaten Kuningan ke rumahnya.

“Yang bersangkutan tidak bisa ditemui. Pemadaman api dan pendinginan di lokasi kebakaran selesai pukul 03.30 WIB. Sementara, bangunan dapat diselamatkan,” terangnya.

Sementara, jumlah kerugian diperkirakan mencapai 20.000 liter bbm jenis bensin atau petralite yang bocor melalui remembesan yang masuk ke selokan. Harga kisaran  Rp. 7.500 per liter atau setara dengan  Rp. 150 juta.

“Kami pun mengimbau agar seluruh pemilik SPBU di Kabupaten Kuningan wajib menyediakan hydran sebagai alat proteksi kebakaran, dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait penyusunan sistem proteksi kebakaran,” tandasnya.

(pay/mar/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds