Polisi Beberkan Cara Kerja Komplotan Pencuri Mobil, Pasutri dan Pelaku Bermaafan

Pencuri mobil (tengah) meminta maaf kepada korban Juju (Kiri)./Foto: Yanto

Pencuri mobil (tengah) meminta maaf kepada korban Juju (Kiri)./Foto: Yanto

POJOKJABAR.com, INDRAMAYU– GPS yang tertanam di mobil bisa dibuat tidak aktif di tangan komplotan spesialis pencuri mobil ini. Di tangan mereka pula, STNK palsu bisa dibuat.

Diketahui, dari tangan para pelaku, polisi mengamankan sebanyak 15 Barang Bukti (BB) kendaraan roda empat, 2 di antaranya berjenis Pick Up.

Komplotan spesialis pencuri mobil yang diamankan Satreskrim Polres Indramayu, yakni berinisial SG, TP, AG, dan CS. Mereka berempat bertugas sebagai pencuri, dan GWN spesialis Pick Up. Sedangkan SD berperan sebagai penadah, WS dan SDJ berperang sebagai pemalsu STNK. Untuk perusak GPS mobil, yakni SFY.

Baca: Komplotan Pencuri Mobil di Indramayu Digulung, 15 Mobil Hasil Curian Belum Terjual

 

Kerja komplotan tersebut yakni usai pelaku memetik kendaraan, kemudian diserahkan kepada rekannya untuk mengetahui adanya GPS atau tidak.

Begitu diketahui, mereka akan meletakkan alat untuk mengacaukan sinyal GPS, dan kemudian melepas GPS tersebut. Tidak hanya itu, merekapun mengubah tampilan unit hasil curian agar tidak diketahui pemilik.

Komplotan spesialis pencuri mobil dibekuk Satreskrim Polres Indramayu

Komplotan spesialis pencuri mobil dibekuk Satreskrim Polres Indramayu./Foto: Yanto

 

Seiring dengan itu, tim dari komplotan tersebut bertugas untuk menyediakan STNK Palsu, baru kemudian mobil tersebut dijual ke penadah lainnya ke luar daerah hingga ke Sumatera.

“15 mobil dan 7 STNK diduga palsu diamankan Satreskrim Polres Indramayu,” ungkap Kapolres Indramayu AKBP M. Yoris M.Y Marzuki, didampingi Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Suseno Adi.

Sambungnya, meskipun pelaku berasal dari Indramayu, namun untuk operasinya sendiri, mereka (komplotan, red) beraksi di luar luar daerah, salah satunya di Majalengka.

Pencuri mobil (tengah) meminta maaf kepada korban Juju (Kiri)

Pencuri mobil (tengah) meminta maaf kepada korban Juju (Kiri)./Foto: Yanto

 

“Ada 5 orang DPO, dua diantaranya terdeteksi di Wilayah Subang dan Palembang, keduanya menjadi penadah hasil curian,” paparnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Indramayu AKP Suseno Adi. Berdasarkan keterangan dari pelaku spesialis perusak GPS, yakni SFY, ia mendapatkan keahlian tersebut karena belajar dari keluarga, mengingat profesinya merupakan tukang kunci.

“Katanya belajar dari keluarga,” ucap Kasatreskrim Polres Indramayu, AKP Adi Suseno.

Polres Indramayu tangkap komplotan spesialis pencuri mobil (yanto)

Polres Indramayu tangkap komplotan spesialis pencuri mobil (yanto)

 

Sedangkan untuk pelaku berinisial WS dan SDJ, bertugas untuk membuat STNK palsu untuk mobil hasil curian.

“Harga untuk STNK palsu sekitar 2.3 – 2.4 Juta,” imbuhnya.

Sementara, pasangan Suami Istri (Pasutri) Ade Mustamid dan Juju asal Desa Lobi Kolong, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, merasa sangat bersyukur. Pasalnya, mobilnya yang sempat hilang dua bulan lalu, kini telah diamankan Polres Indramayu.

Kepada Pojokjabar.com, Senin (14/01/2019), Pasutri tersebut tidak bisa menutupi kegembiraanya lantaran petugas kepolisian Polres Indramayu berhasil menemukan mobil Pick Up pasutri tersebut.

“Alhamdulillah, ya Allah, masih rezeki, terima kasih pak kapolres Indramayu,” kata Juju sembari tersenyum.

Bukan hanya Juju yang sumringah, Ade Mustamid pun tidak berhenti tersenyum atas ditemukanya kendaraan roda dua miliknya.

“Iya, betul itu mobilnya, yakin 100 persen,” tegas Ade, saat menjawab pertanyaan Kapolres Indramayu AKBP M.Yoris M.Y Marzuki, mengenai mobilnya tersebut.

Juju menceritakan, pada 2 bulan yang lalu pada pukul 04.00 WIB, kendaraan roda empat miliknya berjenis Pick Up telah hilang dicuri. Padahal gerbang rumah dikunci.

Begitu mengetahui mobilnya hilang, dirinya langsung syok, lantaran satu-satunya kendaraan untuk menunjang usaha isi ulang air galon itu telah raib.

Tidak lama setelah itu, ia bersama suaminya melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Sumberjaya, dan kemudian petuga polsek datang ke rumahnya untuk melakukan olah TKP.

Sementara itu Kapolres Indramayu AKBP M. Yoris M.Y Marzuki, meminta Ade untuk mengecek mobilnya. Begitu dicek, ternyata kunci yang dipegang Ade tidak masuk. Hal itu karena pelaku telah mengganti kunci kontak mobilnya.

Sementara itu, dari 9 orang pelaku komplotan spesialis pencuri roda empat yang diamankan Satreskrim Polres Indramayu, salah satu di antaranya mengakui telah mencuri mobil milik Pasutri Ade – Juju.

Pada kesempatan itu pula, pelaku tersebut bersalaman sembari diiringi ucapan permintaan kepada korban, karena telah mencuri kendaraan miliknya.

(pri/pojokjabar)

loading...

Feeds