Tak Mampu Bertahan di Era Transportasi Online, Angkutan Umum di Karawang Tinggal 983 Unit

TUNGGU PENUMPANG: Sejumlah angkot menunggu penumpang di pertigaan Plaza Cikampek. ASEP KURNIA/RADAR KARAWANG

TUNGGU PENUMPANG: Sejumlah angkot menunggu penumpang di pertigaan Plaza Cikampek. ASEP KURNIA/RADAR KARAWANG

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Persaingan di dunia transportasi umum semakin ketat. Keberadaan angkutan online secara tidak langsung berdampak pada menyusutnya jumlah angkutan umum di Karawang dari 2176 kini menjadi 983 unit yang masih beroperasi.

Bisa jadi, kalah saingnya angkutan umum seperti angkot oleh angkutan online, karena fasilitas yang dimiliki angkot itu sendiri yang tidak membuat nyaman penumpang.

Siti Mariyam (45), warga Cikampek Kota, Kecamatan Cikampek menyampaikan, masih banyak angkot yang sudah tua tapi bebas beroperasi dijalanan, padahal hal itu dapat membahayakan penumpang dan pengendara kendaraan.

Jika terjadi sewaktu-waktu mobil angkutan tersebut mogok ditengah jalan, maka dikhawatirkan akan terjadi kecelakaan.

”Banyak angkot butut yang masih beroperasi, seharusnya dishub jangan diam saja, soalnya dampaknya dapat menyebabkan kecelakaan,” ucapnya, kepada Radar Karawang (Pojoksatu.id Group), Rabu (09/01/2019).

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Umum Dinas Perhubungan (Dishub) Karawang Rochman mengaku, pihaknya sudah melakukan pendataan pada bulan November 2017 terhadap angkutan umum yang beroperasi di Kabupaten Karawang.

”Per dua tahun sekali kami melakukan pendataan. Jika kalau ada angkutan umum yang belum melakukan KIR, maka kami menghimbau untuk segera melakukannya,” paparnya.

loading...

Feeds