Tujuh Remaja Bercelurit di Cikampek Berulah, Dua Warga Kena Bacok

LAPORAN: Dua warga korban pembacokan tujuh remaja di kantor Polsek Cikampek, minggu (6/1/19). Asep Sopian/Radar Karawang

LAPORAN: Dua warga korban pembacokan tujuh remaja di kantor Polsek Cikampek, minggu (6/1/19). Asep Sopian/Radar Karawang

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Warga Cikampek dan Kotabaru rupanya belum bisa tenang berpergian saat malam hari. Pasalnya, gerombolan motor yang rata-rata berusia remaja kerap berulah. Dalam setiap aksinya, mereka melengkapi diri dengan senjata tajam semisal celurit.

Seperti yang dialami oleh Bayu Firdaus (22) dan Rohmat (18) warga Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, sekitar pukul 01.00, Minggu (6/1/19).

Saat akan melintasi Stasiun Cikampek, tiba-tiba saja mereka dikejar oleh tujuh orang remaja mengendarai motor. Melihat acungan celurit, Bayu pun langsung tancap gas menghindari sabetan senjata tajam.

”Saya lagi mau beli bensin di pom. Terus dikejar sama tiga motor. Yang satu motor tiga orang. Semuanya bawa cerulit,” kata Bayu kepada Radar Karawang (Pojoksatu.id Group).

Sepanjang jalan, kata Bayu, para pelaku yang mengejarnya itu menyabet-nyabetkan cerulit. Di depan Stasiun Cikampek, dia terjatuh karena menabrak motor polisi yang tengah bertugas. Tak lama kemudian, dia langsung diserang oleh pelaku.

”Awalnya polisi juga marah ke saya. Tapi pas melihat saya diserang, polisi langsung menangkap anak itu, dan dibawa ke mobil karena membawa cerulit,” katanya.

Akibat ulah pelaku, dia mengalami luka di bagian kepala karena terkena sabetan cerulit.

”Saya cuma kena ini saja (kepala). Karena beberapa kali ngebacok gak kena. Kenanya ke motor terus,” ungkapnya.

Korban lain, Rohmat (18) mengatakan, dirinya juga beberapa kali disabet oleh pelaku. Beruntung dia tidak sampai terluka.

”Saya juga disabet tapi cuma sobek sweaternya saja. Gak sampai kena kulit,” ujarnya.

Saat didatangi ke Mapolsek Cikampek, Aiptu Hari P, anggota unit Reskrim Cikampek mengatakan pelaku masih di bawah umur berinisial JH (17).

”Pelakunya di bawah umur. Pelajar SMK,” katanya.

(RK/nce/pojokjabar)

loading...

Feeds