Kuwu Angkat Suara Soal Pasar Mingguan Jatibarang Indramayu

MAKAN JALAN: Aktivitas pedagang mingguan Jatibarang Kabupaten Indramayu memakan setengah Jalan Mayor Dasuki. FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

MAKAN JALAN: Aktivitas pedagang mingguan Jatibarang Kabupaten Indramayu memakan setengah Jalan Mayor Dasuki. FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

POJOKJABAR.com, INDRAMAYU– Pedagang pasar mingguan sudah memakan setengah badan jalan, dan menyebabkan kemacetan di jalan tersebut.

Pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Jatibarang pun bakal menata pasar mingguan yang bertahun-tahun menempati Jalan Mayor Dasuki Kabupaten Indramayu.

Ditemui di ruang kerjanya, Kuwu Jatibarang Agus Dermawan menjelaskan pedagang pasar mingguan yang sudah puluhan tahun menempati jalan M Dasuki akan ditata pemerintah desa (Pemdes).

Langkah itu, lanjut Kuwu Jatibarang Agus Dermawan, diambil sebagai bentuk tindaklanjut dari teguran yang dikirimkan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Pemprov Jawa Barat pada 24 september 2018.

Dalam surat itu, masih kata Kuwu Jatibarang Agus Dermawan, para pedagang yang berjualan di badan jalan diimbau untuk segera membongkar bangunannya.

“Penataan rencananya di bulan ini. Pemdes akan segera menyosialisasikan kepada pedagang tentang surat edaran tersebut, kita akan duduk bersama membahas solusi yang tepat, karena pedagang di jalan M Dasuki sudah bertahun-tahun menempati jalan itu,” ujar Kuwu Jatibarang Agus Dermawan.

Pasar mingguan itu memiliki lebih dari 100 pedagang. Dan saat ini telah menjadi pasar sandang terbesar di Jatibarang. Untuk penataan, Kuwu Jatibarang Agus Dermawan, menyebutkan dibutuhkan lokasi baru.

“Perlu direlokasi. Pemdes akan berupaya mencari solusi yang tepat. Win win solution, karena ini menjadi sumber pendapatan desa. Pemdes akan berkoordinasi dengan instansi terkait dan akan coba menarik pedagang ke dalam, sehingga tak ada lagi pedagang yang membuka lapaknya di pinggir jalan dan memakan bahu jalan,” kata, Kuwu Jatibarang Agus Dermawan.

Sementara, Tokoh Masyarakat Jatibarang Suherman mengatakan pasar mingguan Jatibarang sudah seharusnya mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.

Karena, kata Tokoh Masyarakat Jatibarang Suherman, tak hanya memiliki sisi negatif yang mengakibatkan kemacetan di Jatibarang tapi juga berdampak positif bagi perkembangan perekonomian di Jatibarang.

“Kalau bisa ini pedagang ini ada pengurusnya agar lebih tertata. Pedagang perlu direlokasi ke tempat yang baru dan bisa dikelola pemdes agar menjadi satu sumber PADes,” tutur Tokoh Masyarakat Jatibarang Suherman.

(oni/RC/pojokjabar)

loading...

Feeds