Pemkab Subang Terima Suap Perizinan Pabrik Susu Rp 500 Juta, KPK Sudah Usut Tuntas?

BERIKAN SUAP: PT. Global Dairi Alami (GDA) disebut mantan Kabid Perizinan DPMPTSP Subang, Asep Santika memberikan suap kepada Pemkab Subang melalui DPMPTSP sebanyak 500 juta untuk memuluskan pengurusan izin prinsip dan izin lokasi./Foto: KBE

BERIKAN SUAP: PT. Global Dairi Alami (GDA) disebut mantan Kabid Perizinan DPMPTSP Subang, Asep Santika memberikan suap kepada Pemkab Subang melalui DPMPTSP sebanyak 500 juta untuk memuluskan pengurusan izin prinsip dan izin lokasi./Foto: KBE

POJOKJABAR.com, SUBANG– Pemkab Subang melalui DPMPTSP sebanyak 500 juta dari PT. Global Dairi Alami (GDA).

Suap tersebut guna memuluskan pengurusan izin prinsip dan izin lokasi.

Hal ini diungkapkan mantan Kabid Perizinan DPMPTSP Asep Santika dalam lanjutan sidang suap perizinan di Pengadilan Tipikor Bandung.

PT GDA mendirikan pabrik susu dan kandang pengembangbiakan sapi di Desa Manyeti Kecamatan Dawuan di tanah seluas 40 hektare. Selain dokumen perizinannya yang keluar setelahadanya praktik suap, disebutkan pabrik dan kandang sapi itu berdiri di atas tanah bengkok atau aset desa setempat.

“Bermasalah secara administrasi dan tidak memiliki izin lokasi masyarakat setempat dan berdiri di atas tanah Bengkok (Tanah Kas Desa) milik Desa Cisaat dan Desa Kalijati Barat,” ujar Ketua Karang Taruna Desa Mayenti, Dawuan, Oman.

Bahkan disebutkan Oman, dua kepala desa dari kedua desa yasng tanah bengkoknya dipakai oleh PT GDA terang-terangan menolak keberadaan perusahaan tersebut.

Ia pun meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera mengusut tuntas kasus perizinan yang melibatkan pabrik susu tersebut.

loading...

Feeds