Mesin Sidik Jari Eror, Pelayanan KTP di Telukjambe Timur Terganggu

RUSAK: Petugas Rekam KTP elektronik Telukjambe Timur Amung (kiri) menjelaskan kerusakan sidik jari. YOFA FAISAL NILAN / RADAR KARAWANG

RUSAK: Petugas Rekam KTP elektronik Telukjambe Timur Amung (kiri) menjelaskan kerusakan sidik jari. YOFA FAISAL NILAN / RADAR KARAWANG


POJOKJABAR.com, KARAWANG – Masyarakat memang dimudahkan dengan perekaman KTP elektronik cukup di kantor kecamatan. Namun, bukan berarti pelayanannya maksimal.

Karena di beberapa kecamatan ada saja masalah. Seperti yang terjadi di Kecamatan Telukjambe Timur. Mesin sidik jari dan iris mata sering rusak.

“Mesin sidik jari dan iris mata sesekali eror. Sehingga membuat warga yang akan melakukan rekam data KTP el menunggu di tempat-tempat peristirahatan yang disediakan kecamatan,” ungkap Kepala Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Telukjambe Timur Uswatun Hasanah kepada Radar Karawang (Pojoksatu.id Group).

Bahkan, petugas pelayanan kependudukan harus mengambil rekam sidik jari sampai berulang-ulang agar rekam data yang dilakukan optimal. Padahal, kerusakan yang terjadi pada mesin rekam data karena perangkat komputer sering digunakan, sehingga ada bagian softwarenya mengalami gangguan.

“Saya berharap ada penggantian mesin rekam data agar pekerjaan perekaman KTP elektronik di Kecamatan Telukjambe Timur bisa berlangsung optimal, dan target rekam data warga tercapai,” tuturnya.

Dirinya pun menjelaskan jika pelaksanaan perekaman dimaksimalkan 40 berkas pengajuan dari masyarakat. “Kadang perekaman bisa sampai sore hari. Masyarakat tidak mau menunggu hingga beberapa hari, karena tidak punya waktu juga karena kebutuhan administrasi tidak lengkap,” terang Uswatun.

Hal senada diutarakan petugas rekam KTP elektronik Telukjambe timur, Amung. Dia membenarkan jika alat rekam sidik jari sudah ada dari tahun 2012 sehingga mudah eror. Tidak heran kalau rekam data itu selalu tidak valid. Makanya perekaman sidik jari harus dilakukan sampai berulang-ulang.

Dirinya pun berharap alat-alat penunjang KTP elektronik bisa dilakukan peremajaan. “Kalau menurut saya jika dilakukan evaluasi alat, mungkin sudah saatnya alat-alat tersebut diremajakan agar pelayanan bisa maksimal,” ucapnya.

Sementara , Humaedi (34) warga kampung Pejaten, Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur, berharap bisa mendapatkan KTP el secepatnya.

“Saya belum memiliki KTP makanya saya berharap bisa secepatnya terekam data saya. Namun berdasarkan keterangan dari warga lainnya, alat rekam yang digunakan lambat jadinya antre,” pungkasnya.

(RK/yfn/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds