Ngaku Ditabrak dan Minta Ganti Rugi, Begal di Karawang Ini Malah Tewas Dikeroyok Warga

Ilustrasi

Ilustrasi

Cari Aman

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Banyak sekali cara begal untuk mengelabui calon korbannya. Kali ini, begal tersebut berpura-pura ditabrak calon korban, kemudian membawa kabur motor calon korban tersebut.

Seperti yang terjadi di Dusun Ciwelut, Desa Gempolkarya, Kecamatan Tirtajaya, Kamis (20/9/18) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Beruntung korban melakukan perlawanan dan pelaku pun berhasil ditangkap lalu dihakimi massa hingga tewas. Pelaku yang tewas Jajang bin Jaenudin, warga Desa Ciptamarga, Kecamatan Jayakerta. Selain Jajang, 1 orang rekannya mengalami kritis dan 2 orang lagi buron.

Kejadian ini bermula ketika korban dihentikan pelaku di Dusun Badug, Desa Sabajaya, tak jauh dari kantor Polsek Tirtajaya dengan cara dipepet menggunakan sepeda motor oleh pelaku. Modus pelaku yaitu dengan mengaku ditabrak oleh korban dan meminta ganti rugi agar diantar ke puskesmas.

Namun, alih-alih minta di antar, ternyata pelaku malah membawa motor korban. Tak tinggal diam, korban kemudian berteriak. Warga yang berekerumun langsung menghentikan pelaku dan menghajarnya hingga meninggal.

“Kejadiannya bukan di desa saya, cuma emang dihajar masanya di desa saya. Modusnya ngaku ditabrak dan minta diantar ke puskesmas,” kata Kepala Desa Gempolkarya Acep Doyok, Jumat (21/9).

Meskipun berada di lokasi kejadian, lanjut kades, ia tak dapat melerai kerumunan warga yang mungkin terlalu kesal dengan ulah pelaku hingga pelaku menghembuskan nafas terakhirnya di tempat Kejadian Perkara (TKP). Pelaku tewas bernama Jajang bin Jaenudin warga Desa Ciptamarga Kecamatan Jayakerta, “1 orang meninggal, 1 orang kritis dan 2 masih buron,” ucap kades.

Salah seorang warga Rengasdengklok yang kebetulan berada di lokasi kejadian, Utomo (46), dirinya mengaku tidak tahu persis bagaimana awal mula kejadiannya. Hanya saja ketika melintas Desa Gempolkarya, ada kerumunan orang.

“Saya kira maling, dan ternyata emang konconya maling alias begal. Karena teriakan dan kerumunan massa menandakan itu. Saya gak tahu persis gimana kejadiannya, tahu-tahunya udah ramai aja, katanya sih pelaku itu berasal dari Desa Ciptamarga, Kecamatan Jayakerta,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Tirtajaya, Boy Hamonangan, saat dihubungi Radar Karawang membenarkan adanya kejadian tersebut dan mengaku jika kasus tersebut telah diserahkan kepada kanit serse.

(RK/rok/pojokjabar)


loading...

Feeds

Pileg 2019

Jangan Asal Pilih Dewan di 2019

Masyarakat diminta cerdas memilih wakil rakyat di 2019. Sebagai corong aspirasi, DPRD Kabupaten Bekasi harus diisi para anggota dewan yang …