Jorok, Jalur Pantura Banyak Sampah Liar

BERSERAKAN : Sampah di pinggir Jalan Raya Pantura Cikalongsari, Jatisari terlihat berserakan. Kondisi tersebut mencerminkan pengelolaan sampah di Karawang belum optimal. Fauzi/Radar Karawang

BERSERAKAN : Sampah di pinggir Jalan Raya Pantura Cikalongsari, Jatisari terlihat berserakan. Kondisi tersebut mencerminkan pengelolaan sampah di Karawang belum optimal. Fauzi/Radar Karawang

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Kabupaten Karawang nampaknya harus terus berbedah soal kebersihan lingkungan. pasalnya masih banyak tanah kosong yang dijadikan tempat pembuangan sampah, seperti yang terjadi di sepanjang jalur Pantura Karawang.

Pantauan di lapangan, dari perbatasan Jatisari hingga Cikampek, sedikitnya ada lima tempat sampah liar di pinggiran Jalan Raya Pantura. Hal itu mencerminkan Kabupaten Karawang meski termasuk kabupaten yang memiliki anggaran besar, namun dalam pengelolaan sampah masih cukup rendah.

”Saya merasa prihatin dengan kondisi Karawang. Banyak sampah berserakan dimana-mana,” ujar tokoh masyarakat Kotabaru yang tinggal di Desa Pucung, Yarhadi, kepada Radar karawang (Pojoksatu.id Grup), Jumát (06/07/18).

Dia menyampaikan, jangankan di pedalaman, di jalur utama yang sering dilintasi oleh kendaraan dari luar karawang saja seperti di jalur pantura banyak sampah liar. Hal itu membuat Karawang yang memiliki nama besar redup karena menjadi kabupaten yang tidak bisa menyelesaikan permasalahan kecil.

”Soal sampah itu persoalan tidak terlalu besar. Masih belum bisa ngurus, apalagi persoalan lainnya,” bebernya.

Harusnya, tambah Yarhadi, dengan angaran yang dimili oleh Pemda Karawang. Banya yang bisa dilakukan oleh pemda, mulai dari pembangunan, peningkatan sumber daya manusia, peningkatan ekonomi, pendidikan dan kesehatan hingga pengelolaan sampah. Karena lingkungan yang kotor bisa menjadi sumber penyakit.

”Lingkungan kotor, kesehatan masyarakat juga tentu akan buruk. Buat apa mengalokasikan anggaran kesehatan besar kalau sumber penyakitnya tidak diberesin,” ujarnya.

Dia berharap pemerintah daerah bisa lebih memperhatikan persoalan sampah. Apalagi Jatisari dan Kotabaru merupakan daerah yang tidak jauh dari Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Karawang yang ada di Jalupang, Kotabaru. Apalagi wilayah yang jauh dari Kotabaru.

”Kalau wilayah yang dekat dengan TPSA saja masih kotor, apalagi yang jauh,” ujarnya.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menggandeng pihak ketiga untuk melakukan monitoring sampah. Diharapkan melalui kerjasama itu kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor sampah bisa diminimalkan.

”Kita kerjasama soal sampah dengan cara swastanisasi seperti di Bandung. DLHK menyerahkan pengelolaan ke swasta untuk melakukan kajian penelitian dan patroli Pengendalian sungai,” ujar Kabid Kebersihan DLHK Nevi Fatimah.

(RK/zie/pojokjabar)

loading...

Feeds