Resmikan Kewirausahaan, Presiden Jokowi Sampaikan Harapan Pengelolaan Padi di Indramayu

Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Rini M. Soemarno memperhatikan penjelasan demo aplikasi Logistik Tani (LOGTAN) dari Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga (kedua dari kanan) saat Peresmian Kewirausahaan Pertanian dan Digitalisasi Sistem Pertanian di Sliyeg Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Kamis (7/6)./Foto: via PS

Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Rini M. Soemarno memperhatikan penjelasan demo aplikasi Logistik Tani (LOGTAN) dari Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga (kedua dari kanan) saat Peresmian Kewirausahaan Pertanian dan Digitalisasi Sistem Pertanian di Sliyeg Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Kamis (7/6)./Foto: via PS

Cari Aman

POJOKJABAR.com, INDRAMAYU– Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri BUMN Rini M. Soemarno, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Dito Ganinduto, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Bupati Kab. Indramayu Anna Sophana meresmikan Kewirausahaan Pertanian dan Digitalisasi Sistem Pertanian yang dikelola oleh Mitra Badan Usaha Milik Desa Bersama (MBB) binaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) di Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (7/6).

Pada kesempatan ini Presiden RI juga meninjau proses pengolahan padi hasil panen hingga menjadi beras kemasan yang siap jual di Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) milik MBB Sliyeg.

“Pemerintah mendorong penerapan pengelolaan pertanian secara korporat untuk membantu peningkatan kesejahteraan bagi para petani.” ujar Presiden Joko Widodo.

Baca:

Begini Sejumlah Harapan Jokowi Terhadap Pembangunan Kampus UIII Depok

Pospera Cianjur Siap Menangkan Jokowi

TNI-Polri Bangun Kekompakan di Tasikmalaya, Elektabilitas Jokowi Jadi Kuat?

 

Presiden menegaskan agar masa depan pertanian semakin baik maka petani harus teroganisir. Tidak hanya terorganisir sebagai Kelompok Petani (PokTan), namun menjadi sebuah organisasi yang lebih besar dengan sistem kerja setingkat korporasi.

Sementara itu Menteri BUMN Rini M. Soemarno menjelaskan, sesuai dengan amanat Presiden Republik Indonesia dalam hal Korporatisasi Pertanian, Kementerian BUMN telah menterjemahkannya dengan mewujudkan Program Kewirausahaan Pertanian dan Digitalisasi Sistem Pertanian yang diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan Petani.

“Lewat BUMN, pemerintah hadir dalam setiap siklus pertanian mulai dari pratanam, tanam, panen, hingga pasca panen,” jelas Rini.

Menurutnya, kehadiran MBB Sliyeg merupakan salah satu program percontohan dalam mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani. MBB merupakan korporasi yang dikelola dengan sistem yang lebih efektif dan menguntungkan dengan menyediakan layanan yang bertujuan untuk mendukung kemajuan petani.


loading...

Feeds

Libur Lebaran, TPS Liar Mulai Bermunculan di Bekasi

Pemkot Bekasi Tutup 88 TPS Liar

Sejak 2014, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi telah menutup 88 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar dari 120 yang tersebar secara …