Ini Alasan Warga Cirebon Tak Boleh Banyak Simpan Uang Baru

para pedagang di pasar garut mengeluhkan adanya peredaran uang palsu (ilustrasi)

para pedagang di pasar garut mengeluhkan adanya peredaran uang palsu (ilustrasi)

POJOKJABAR.com, CIREBON – Rasa penasaran warga Cirebon terhadap pecahan rupiah baru kian terlihat. Pasalnya, warga Cirebon tak segan menukar rupiah lama ke rupiah baru dalam jumlah yang besar.

“Per orang bisa menukar mulai dari 10 juta hingga 100 juta rupiah. Kami sudah mengimbau agar warga menukar secukupnya saja karena yang lama juga masih bisa digunakan untuk transaksi,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Abdul Majid Ikram Rabu (1/1/2017).

Menurutnya, rata-rata masyarakat menukarkan uang karena penasaran. Namun, kebanyakan masyarakat memilih uang baru tersebut disimpan saja dan tidak digunakan. Tindakan masyarakat yang seperti itu, lanjutnya, justru tidak membuat uang memiliki nilai ekonomis. Padahal sebaiknya uang yang dimiliki digunakan untuk transaksi, bukan hanya disimpan saja.

“Itu juga mempengaruhi sirkulasi uang yang ada di masyarakat,” ungkapnya.

Salah satu warga Cirebon, Asep (35) mengatakan dirinya melakukan penukaran uang baru karena ingin tahu bedanya dengan uang lama. Selain itu, ia juga ingin mengoleksi uang baru yang dimilikinya.

“Sayang kalau dipakai, sementara ditaro dulu aja. Ternyata banyak bedanya dengan uang yang lama ya,” pungkasnya.

 

(ana/pojokjabar)

loading...

Feeds