Rawan Longsor, Warga Kabupaten Majalengka Diminta Siaga

Kapolsek Rajagaluh AKP Jaja Gardaja dan aparatur desa meninjau lokasi longsor yang terjadi di Desa Pajajar Kecamatan Rajagaluh.

Kapolsek Rajagaluh AKP Jaja Gardaja dan aparatur desa meninjau lokasi longsor yang terjadi di Desa Pajajar Kecamatan Rajagaluh.

Quick Count Pilpres 2019

POJOKJABAR.com, MAJALENGKA – Bencana longsor kembali hantui Kabupaten Majalengka. Jika sebelumnya bencana longsor terjadi di wilayah selatan, kini longsor mulai menghantui wilayah Timur kabupaten tersebut. Yang terbaru yakni longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Rajagaluh, tepatnya di Desa Pajajar pada Senin (23/1/2017) lalu.

Meski bencana longsor tak memakan korban jiwa, namun longsor tersebut mengakibatkan kerugian material hingga Rp 50 juta lebih. Karenanya, untuk menghindari longsor susulan pihak kepolisian Rajagaluh memasang police line di area lokasi longsor.

“Jurang dan tebing yang jaraknya sangat dekat dengan rumah mereka kondisinya saat ini semakin kritis, sehingga longsor dikuatirkan kembali terjadi ketika turun hujan. Kami bersama anggota Kepolisian dari Polsek Rajagaluh terus mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan ketika hujan mengguyur. Adapun tujuannya untuk deteksi dini dalam penyelamatan diri dan keluarga” ujar Kapolsek Rajagaluh, AKP Jaja Gardaja, Kamis (26/1/2017).

Ditambahkanya, berdasarkan pemetaan, bukan hanya Desa Pajajar yang rawan tanah longsor. Beberapa desa di wilayahnya juga cukup rentan terjadi longsor, diantaranya Desa Teja, Desa Babakankareo, Desa Sindangpano, Desa Sadomas dan Desa Payung.

“Desa-desa itu berada di lereng Gunung Ceremai, sehingga memiliki kerawanan yang sama terhadap bencana tanah longsor,” pungkasnya.

(abr/fjr/pojokjabar/lya)

loading...

Feeds