Bikin Meringis!!! Banyak Siswa yang Drop Out di Indramayu, Alasannya Begini

ilustrasi

ilustrasi


POJOKJABAR.id, INDRAMAYU – Kasus drop out (DO) atau putus sekolah di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, saat ini masih tinggi. Sebagai contoh kasus saja, di jenjang pendidikan SMP ke SMA, hanya ada 18.000 orang siswa yang dapat melanjutkan sekolah. Sedangkan sisanya, DO.

“Angka putus sekolah atau drop out itu setara dengan 87 persen. Jadi, masih 13 persen yang drop out SMP. Di jenjang pendidikan dasar, masih ada delapan persen lulusan SD tidak melanjutkan pendidikan ke SMP,” ungkap Kepala Bidang Pendidikan Menengah pada Dinas Pendidikan Indramayu, Kasno Hadikusumo, Senin (18/7/2016).

Kasno berharap, setiap tahun mengalami peningkatan persentase siswa yang melanjutkan ke pendidikan ke jenjang lebih tinggi. “Target kami, lulusan SD yang melanjutkan ke SMP harus 100 persen. Begitupun yang lulusan SMP ke SMA, harus mencapai 92 persen,” ujarnya.

Masih banyaknya siswa putus sekolah atau drop out (DO), ujar Kasno, disebabkan berbagai faktor seperti banyak daerah pinggiran di Indramayu, rendahnya perekonomian masyarakat dan faktor kebiasaan.

“Tapi kalau ekonomi rendah bukan jadi faktor utama, pasalnya baik pemerintah provinsi maupun daerah sudah memberikan berbagai bantuan untuk sekolah,” tukasnya.

Sedangkan, untuk faktor kebiasaan, ucapnya, mayoritas orangtua siswa bekerja di luar kota dan luar negeri. Akibatnya, tidak ada dukungan dari keluarga sehingga keinginan anak untuk melanjutkan sekolah pun minim.

“Yang tidak melanjutkan sekolah, biasanya mereka ikut orangtuanya kerja. Kalau sudah cukup umur, ke luar negeri menjadi TKI,” pungkasnya.

(izo/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

BES-2019

Tak Banyak Tokoh Penting BES 2019

upati Bogor nampak lesu saat membuka Borderline Economic Summit (BES) 2019 di Hotel Royal Tulip, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Kamis (12/12/19).