Karawang ‘Seksi’ di Mata Kaum Urban Gara-gara UMK Tinggi

ilustrasi

ilustrasi


POJOKJABAR.id, KARAWANG – Kabupaten Karawang diklaim menjadi daerah paling ‘seksi’ di mata para pendatang dari luar daerah. Musababnya adalah, Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Karawang tahun 2016 adalah yang tertinggi se-Indonesia, yaitu di angka Rp 3.330.505. Ditambah lagi, terdapat ribuan pabrik di Karawang yang menjadi alasan serta tujuan utama para kaum urban untuk mengadu nasibnya.

“Saat ini Kabupaten Karawang bukan lagi kabupaten transit, melainkan salah satu tujuan bagi para pendatang,” kata Bupati Karawang, Cellica Nurrachdiana, Rabu (13/7/2016).

Cellica menuturkan, percepatan jumlah pendatang di Karawang selalu meningkat setiap tahun. Hanya dalam waktu enam bulan di tahun ini, kata Cellica, jumlah pendatang sudah meningkat 100 persen. Pada 2015, 15 ribu urban mendatangi Karawang. “Itu sudah menyamai pendatang selama setahun kemarin,” kata bupati perempuan pertama di Karawang itu.

Cellica menaruh perhatian khusus pada peningkatan pendatang di Karawang sehingga dia berharap para kaum urban ini dapat tertib dan patuh administrasi. Bahkan, Cellica mengaku menemukan banyak pendatang yang telah tinggal puluhan tahun tapi belum memiliki KTP Karawang.

“Saat ini kita akan tegaskan kepada mereka, apa mau tinggal di Karawang atau tidak? Kalau mau tinggal, mereka harus bawa surat pindah dan buat KTP karena kita sudah tidak menyediakan KTP sementara,” ujarnya.

Bupati cantik ini pun menginstruksikan Kepala Disdukcapil untuk memberikan sanksi terhadap para pendatang yang tidak memiliki KTP Karawang selama dua tahun. “Sanksinya berupa teguran terlebih dahulu, yakni sanksi administrasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Yudi Yudiawan memprediksi jumlah pendatang di tahun ini pasca lebaran akan mencapai 30 ribu jiwa. “Dalam waktu enam bulan saja meningkat sampai seratus persen. Jika sekarang penduduk Karawang mencapai 2,9 juta jiwa, kita prediksi hingga pertengahan 2017 mencapai 3,5 juta jiwa,” ucapnya.

Yudi mengatakan sudah siap meningkatkan pelayanan pembuatan KTP dan Kartu Keluarga. Unit Pelayanan Teknis (UPT) akan segera didirikan di enam wilayah di Karawang. Selain itu, pembuatan KTP dapat dilakukan per kecamatan. “Dengan pelayanan satu hari jadi saja kita bisa melayani 800 jiwa dalam satu hari,” tuturnya.

(izo/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds

Rektor IPB Arif Satria dirawat di RS EMC Sentul Bogor

Rektor IPB Positif Covid-19 Lagi

Rektor institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria, terkonfirmasi positif Covid-19 kedua kalinya, usai sempat positif pada September 2020.