Setelah Dicekoki Miras, Bunga Diperkosa 5 Remaja di Bawah Tol Astanajapura Cirebon

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com, CIREBON – Ternyata, sebelum diperkosa secara bergiliran oleh lima orang remaja, Bunga (14) gadis asal Astanajapura, Kabupaten Cirebon, dicekoki terlebih dahulu oleh minuman keras (miras).

MN, ibu korban, didampingi kuasa hukumnya, Qoribullah mengatakan, peristiwa keji itu berawal ketika MN yang sedang sibuk membantu keluarganya yang sedang hajatan pada Minggu (24/4/2016) bulan lalu, berniat mengisi bensin untuk sepeda motornya sekaligus membeli pulsa.

“Tapi ketika ditunggu sampai Magrib, MN tidak juga kembali. Tiba-tiba saya mendapat telepon dari salah seorang tetangga yang memberitahu MN berada di rumahnya,” kata MN, Rabu (11/5/2016) kemarin.

Hal tersebut sontak mengejutkan MN, sekaligus mengundang tanya. Ketika menjemput Bunga, dia mengaku lebih terkejut karena menemukan sang anak pingsan. Khawatir dengan kondisinya, dia pun langsung membawa Bunga pulang ke rumah.

Tak lama kemudian, lanjut MN, sang anak mengeluhkan sakit pada kemaluannya. MN lebih terkejut saat sang anak, bercerita telah diperkosa lima orang. Para pelaku yang notabene masih berstatus pelajar SMP itu bahkan dikenal Bunga.

“Rupanya anak saya itu dijemput kenalannya dan diajak nongkrong di bawah kolong jembatan tol di daerah Astanajapura. Sesampainya di lokasi, sudah ada teman penjemput berjumlah empat orang. Seolah sudah direncanakan oleh para pelaku, si penelepon yang menjemput Bunga kemudian meninggalkan Bunga di tempat nongkrong itu,” ujar MN.

Ia mengungkapkan, selepas si penelepon itu pergi, Bunga dibujuk para pelaku untuk ikut minum-minuman keras. Tawaran para pelaku itu pun ditolak Bunga. Penolakan Bunga, tidak membuat para pelaku berhenti menawarkan miras tersebut. Mereka terus membujuk Bunga untuk ikut bergabung pesta miras.

Setelah beberapa kali ajakannya ditolak Bunga, menurut MN, para pelaku mulai main paksa. Mereka memaksa Bunga untuk menenggak minuman keras. Akibatnya, Bunga pun tidak sadarkan diri setelah minuman beralkohol itu.

“Mengetahui Bunga sudah tidak sadarkan diri, para pelaku mengambil kesempatan untuk memperkosa Bunga di kolong jembatan itu. Secara bergiliran lima orang pelaku pemerkosaan. Setengah sadar Bunga melawan, namun kakinya dipegangi pelaku lainnya,” ujarnya.

Setelah diperkosa, dalam keadaan pingsan Bunga kemudian diantar pulang, akan tetapi bukan ke rumahnya, tapi ke rumah orang lain. Ia baru mengetahui setelah menerima telepon dari si pemilik rumah.

“Saya ingin pemerkosa anak saya dihukum sebera-beratnya,” kata MN dengan suara tersendat.

(izo/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds