Hanya Ada 1 SMP di Kota Cirebon yang Melaksanakan UNBK

Ilustrasi UNBK

Ilustrasi UNBK


POJOKJABAR.com, CIREBON – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2016 di Kota Cirebon, Jawa Barat hanya akan dilaksanakan di SMP BPK Penabur.

Sementara sekolah lainnya tetap melaksanakan UN manual, karena tidak didukung ketersediaan unit komputer. “Kami kekurangan komputer. Syarat minimal satu pertiga dari jumlah peserta. Kami belum memenuhi itu,” kata Kepala SMPN 1 Kota Cirebon, Ali Saidi Arinuryanto, Minggu (8/5/2016).

Meski SMPN 1 menjadi sekolah favorit, Ali tak ingin memaksakan kehendak untuk melaksanakan UNBK, sehingga ujian tetap menggunakan sistem kertas dan pensil.

Berdasarkan data, ada 48 SMP dengan jumlah peserta UN sebanyak 6.365 orang. Sedangkan siswa yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) ada 166 orang di SMPK BPK Penabur. Siswa MTs dari 9 sekolah berjumlah 1.165.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon Dr H Wahyo MPd mengatakan, dari seluruh sekolah negeri dan swasta maupun paket B yang setingkat SMP di Kota Cirebon, ada 6.803 siswa peserta UN. Meskipun tidak menjadi satu-satunya syarat kelulusan, Wahyo mengingatkan pentingnya UN sebagai ajang evaluasi akhir dan salah satu syarat kelulusan yang mempengaruhi jika tidak mengikuti UN. “Jaga kesehatan, belajar dan tetap semangat,” tuturnya.

Dengan hasil UN yang bagus, kata dia, menjadi indikator penyerapan ilmu pengetahuan selama di sekolah berjalan baik. Di samping itu, nilai UN menjadi bagian dari perjalanan panjang proses pendidikan di tingkat SMA.

“Generasi penerus bangsa ada di bangku sekolah. Menjadikan mereka pribadi yang unggul dan berdaya saing tanggung jawab semua pihak,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Ketua Umum UN Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Dra Sri Wahyuning Hadi MSi mengatakan, untuk soal UN tahun ini tidak ada amplop cadangan khusus. Untuk setiap amplop diberikan kelebihan soal dan lembar jawaban. “Misal, amplop isinya untuk 20 siswa. Di dalamnya berisi 21 lembar jawaban dan soal dengan cadangan tersebut,” katanya.

Untuk paket B, kata perempuan yang akrab disapa Yuni itu, ada 275 orang dari 16 PKBM yang ada di Kota Cirebon. Dalam pemantauan UN SMP, Walikota Cirebon Drs Nasrudin Azis SH dan unsur muspida berkeliling mengunjungi beberapa sekolah, Senin (9/5/2016) hari ini.

Untuk kelulusan sekolah, nilai sekolah digabung dengan nilai UN. Secara umum, nilai UN sebenarnya tidak mempengaruhi kelulusan. Tetapi, bila siswa tidak mengikuti UN, otomatis tidak bisa lulus. Khusus untuk siswa SMP yang ingin melanjutkan ke sekolah SMA negeri di Kota Cirebon, nilai UN salah satu yang menjadi pertimbangan untuk diterima.
(izo/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds