Walikota Cirebon Azis Jadi Guru, SMAN 7 Terpukau

Walikota Cirebon Narudin Azis saat mengajar di SMAN 7. (foto: Radar Cirebon)

Walikota Cirebon Narudin Azis saat mengajar di SMAN 7. (foto: Radar Cirebon)


POJOKJABAR.com, CIREBON – Walikota Cirebon, Nasrudin Azis memiliki profesi baru, yakni seorang guru. Profesi itu disandang Azis ketika berada di SMA Negeri 7 Kota Cirebon.

Kepala SMA Negeri 7 Dena Hendiana serta para guru dan siswa-siswi di sana terkagum-kagum melihat orang nomor satu di Kota Cirebon itu menjadi seorang guru atau pengajar sehingga menjadi sebuah kesan tersendiri.

Dena pun mengucapkan rasa terima kasih kepada walikota yang sudah menyempatkan diri untuk hadir dan memberi motivasi kepada anak didiknya. “Jarang-jarang ada tokoh mengajar di SMAN 7, apalagi ini yang datang Pak Walikota. Sebuah kehormatan untuk kami,” ujar Dena, seperti yang dilansir dari Radar Cirebon (Pojokjabar Group), Senin (2/5/2016).

Walaupun hanya sebentar, Dena mengaku apa yang disampaikan walikota kepada siswa-siswi sangat bermanfaat. Motivasi dari walikota adalah penyemangat untuk anak didiknya agar terus menorehkan prestasi dan menggapai cita-cita.

“Motivasi Pak Wali sangat berisi dan tentu bermanfaat untuk anak-anak. Apa yang disampaikan Pak Wali juga menjadi bekal anak-anak untuk tetap semangat dan berjuang mencapai impian,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, hadir juga Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Edy Supriyadi. Menurut dia, tokoh mengajar adalah program yang sangat baik dalam peningkatan mutu pendidikan di Kota Cirebon. Apalagi, yang terlibat dalam program tersebut adalah tokoh-tokoh yang sukses. Baik di bidang pemerintahan, politik, pendidikan maupun wirausaha.

“Ini satu bentuk motivasi untuk menyemangati para pelajar sekaligus peningkatan mutu pendidikan di Kota Cirebon,” tuturnya.

Edy berharap, tak hanya walikota saja yang berpartisipasi dalam program ini, tapi juga tokoh-tokoh lain yang mampu memberikan tauladan baik kepada para pelajar.

“Dengan memberikan motivasi yang baik, akan terlahir anak-anak yang berkualitas, bermartabat dan dapat dibanggakan oleh orang tua, bangsa dan agama,” pungkasnya.
(izo/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds