Kursi Wabup Kuningan Kosong, GASAK: Cukup Sekda Saja

Bupati Kuningan, Hj Utje Ch Suganda (foto: dok/pojokjabar)

Bupati Kuningan, Hj Utje Ch Suganda (foto: dok/pojokjabar)


POJOKJABAR,id, KUNINGAN – H Acep Purnama MH resmi ‘naik kelas’ dari Wakil Bupati Kuningan menjadi Bupati Kuningan pasca meninggalnya almarhumah Hj Utje Ch Suganda. Maka, kursi Wakil Bupati Kuningan saat ini kosong sehingga menimbulkan atmosfir yang cukup panas.

Menurut Ketua Gasak (Gerakan Satu Kuningan), H Manaf Suharnaf, jabatan Wakil Bupati Kuningan tak perlu diisi.

“Lebih baik tak perlu ada wakil bupati, kata saya. Lumayan bisa mengirit anggaran. Dana yang biasanya dialokasikan untuk wabup bisa dialihkan ke pos-pos lain yang lebih dibutuhkan masyarakat,” kata Manaf kepada Radar Kuningan (Pojokjabar Grup), Minggu (24/4/2016).

Manaf mengatakan, ada banyak kebutuhan rakyat seperti pembangunan infrastruktur, sekolah, atau kebutuhan pesantren yang terpenuhi jika anggaran wakil bupati tersebut dialihkan. Sebab, kata Manaf, dirinya khawatir jika gonjang-ganjing perebutan jabatan wakil bupati tersebut memicu perpecahan baik di tubuh birokrasi ataupun masyarakat.

Jika dipaksakan untuk diisi, kata Manaf, kemesraan antara bupati dan wakil bupati diduga hanya terjadi setahun saja, selanjutnya akan berjalan sendiri-sendiri. “Di beberapa daerah lain juga banyak kok yang tak punya wakil. Ternyata lancar-lancar saja penyelenggaraan pemerintahannya. Seperti di Kota Cirebon, Kabupaten Sumedang dan Provinsi Banten. Saya yakin di Kuningan juga bisa,” tandasnya.

Nah, untuk dapat menyelenggarakan pemerintahan, Manaf mengatakan, tugas wakil bupati dapat dikerjakan sekretaris daerah (sekda) Kabupaten Kuningan karena H Acep Purnama sendiri dinilai masih enerjik.

“Almarhumah ibu (Hj Utje Ch Suganda) saja mampu, kenapa pak Acep tidak mampu? Ibu itu kan sosok perempuan, tapi ternyata beliau mampu. Apalagi pak Acep yang usianya masih muda dan enerjik,” kata Manaf.

Justru dia menyarankan agar setelah jadi bupati, Acep harus meneladani sepak terjang pemimpin terdahulu. Dengan bekerja seorang diri, Manaf merasa optimistis Acep mampu melakukannya. Tradisi wabup yang jarang ditugaskan, menurut dia, perlu dilestarikan oleh Acep setelah dilantik jadi bupati.

“Ibu (almarhumah Hj Utje Ch Suganda), saya menilai berhasil dalam menjalankan tugasnya meskipun jarang menugaskan wabup. Nah, alangkah lebih bagusnya kalau diteladani oleh pak Acep. Tapi akan lebih bagus lagi jika tidak ada wabup untuk menghemat anggaran serta menjaga kondusivitas Kuningan,” pungkasnya.
(izo/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds