Hari Ini, Tenggat Waktu Penutupan Bongkar Muat Batubara di Pelindo Cirebon

Plang segel yang dipasang Kementerian KLH di depan pintu masuk Pelabuhan Pelindo III Cirebon, Rabu (27/1/2016) lalu tak digubris oleh pihak Pelindo. Hingga kini aktivitas bongkar muat batubara masih berlangsung.

POJOKJABAR.com, CIREBON – Masyarakat sekitar Pelabuhan Pelindo Cirebo dan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon ngotot mendesak ditutupnya aktivitas bongkar muat batubara di tempat tersebut. Bahkan hari ini, Sabtu (13/2/2016) tenggat waktu terakhir penutupan batubara sesuai dengan kesepakatan yang dibuat KSOP dan Pelindo.

Menurut Anggota DPRD Kota Cirebon Harry Saputra Gani penutupan aktivitas bongkar muat batubara adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dari konsultasi publik amdal beberapa waktu lalu di Kelurahan Panjunan pun menyepakati menolak bongkar muat batubara.

“Mengurus izin amdal untuk RIP harus melewati proses di pemerintah daerah. Sementara masyarakat dan Pemkot Cirebon menolak adanya aktivitas bongkar muat batubara. Tidak ada toleransi lagi, apapun alasannya,” kata politisi Partai Nasdem itu.

Apalagi lanjutnya jika KSOP tidak taat terhadap keputusan Kementerian LHK, maka KSOP sudah jelas melanggar hukum, karena tidak menjalankan amanat perundang-undangan tentang lingkungan hidup. Mereka justru akan tetap melakukan aktivitas bongkar muat batubara.


“Sama saja, mereka melecehkan pemerintah daerah dan pusat (KLHK) karena kebijakan dan keputusan yang diambil tidak dianggap. Sebetulnya mereka itu mengerti hukum nggak sih,” kata anggota komisi A itu seperti dilansir Radar Cirebon, Sabtu (13/2/2016)