Digempur Netizen ‘Cirebon Kota Tilang’, Ini Perubahannya….

Meme Cirebon Kota Tilang

POJOKJABAR.com, CIREBON – Dunia maya sejak akhir Januari banjir curhatan para bikers seringnya penilangan saat melintas di wilayah Cirebon. Hingga akhirnya netizen menghadiahi” Cirebon sebagai “Kota Tilang”. Lho bukannya Kota Udang?

Dari banyak kasus yang selalu ramai di dunia maya soal pengalamannya berhadapan dengan polisi lalu lintas, selalu yang ramai adalah kasus penilangan di Cirebon. Dan ini ternyata menjadikan para netizen menganggap bahwa Cirebon adalah “Kota Tilang”.

Kehebohan berawal saat Ninja 250 atau R 15 yang kena tilang karena nyala lampu depannya hanya satu, sampai motor CB 10 R lansiran 2015 yang lampu led-nya terang karena dianggap menyilaukan. Dan… banya lagi.

Bukan hanya di Facebook, kicauan netizen yang mengkritik operasi polisi pun ramai di Twitter.


Setelah banjir hujatan netizen dengan ‘Cirebon Kota Tilang’, polisi setempat pun akhirnya buru-buru beraksi. Ini tiga hal yang terjadi di Cirebon akibat efek ‘Cirebon Kota Tilang’.

Kapolres Ucapkan Terima Kasih

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Sulistyo Basuki merespon positif sindiran dari para bikers dan netizen yang menyebut Cirebon sebagai Kota Tilang. Kapolres Eko malah berterimakasih, sebutan baru tersebut adalah kritikan yang baik dan membangun bagi jajarannya.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah memberikan feedback kepada kami, kritik yang membangun buat kita semua, supaya pelaksanaan tugas anggota di lapangan menjadi lebih baik,” kata Eko.

Bahkan, Eko menegaskan, apabila terdapat anggota kepolisian yang menyalahi wewenangnya, sebagai Kapolres dia tak segan bertindak tegas. “Tanpa informasi dari masyarakat kita tidak bisa memberikan koreksi ataupun pelayanan yang baik pada masyarakat,” katanya.

Tidak Ada Razia Lagi

Sebutan Cirebon “Kota Tilang” rupanya berdampak pada intensitas razia kendaraan bermotor di kota ini. Di kawasan jalur pantura dari arah Karangampel Indramayu menuju Krucuk, Cirebon sudah jarang ada razia.

Di depan kompleks makam Gunung Jati yang biasa hampir setiap hari ada razia kendaraan bermotor, sekarang sudah 3 hari ini tidak ada.

Jamal, tukang counter pulsa yang ada di Gunung Jati mengatakan, sudah tiga hari ini tidak ada razia besar. Cuman masih ada depan Mapolsek Gunung Jati, tapi dilakukan 3 orang polisi, Kamis pagi (4/2).

Begitu juga di dekat bunderan Krucuk, sudah tiga hari ini tidak ada razia yang dilakukan oleh polisi. Seperti yang disampaikan Adi, tukang tambal ban di Krucuk. “Sudah tiga hari tidak ada razia, nggak tahu kenapa. Tapi motor yang tambal ban di sini jadi banyak lagi, karena banyak motor lewat,” kata Adi.

Apa kata Adi, juga disampaikan Udin, tukang potong rambut di Krucuk. “Sudah tiga hari, tidak ada lagi razia. Lagi libur apa ya?,’ katanya.

Baik Adi si tukang tambal ban, maupun Udin si tukang potong rambut, tidak mengetahui ramainya sindiran Cirebon sebagai Kota Tilang.

Sementara di Jl Kalijaga yang biasanya pukul 09.00 ada razia hampir tiap hari, pada Kamis pagi (4/2) tidak tampak ada kegiatan razia. Begitu juga di depan PLTG Sunyaragi Kota Cirebon, tidak tampak ada pemeriksaan kendaraan. Meskipun pada jam-jam razia tersebut tidak sedang turun hujan.

Polres Sebar Spanduk Buka SMS Pengaduan

Polres Cirebon dan Polres Cirebon Kota langsung membuka SMS untuk pengaduan dari masyarakat. Pesannya, laporkan bila ada anggota kepolisian yang tidak profesional dan prosedural dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Bedanya dengan Polres Cirebon yang lebih mengkhususkan kepada anggota Polantas, SMS pengaduan yang dibuka Polresta Cirebon lebih bersifat umum. Bukan saja untuk anggota Polantas terkait sebutan “Kota Tilang”, tetapi juga untuk kepolisian dari satuan lainnya.

Kabagops Polresta Cirebon, Kompol Malik Al Ghazali, mengatakan beberapa sepanduk yang disebarkan memuat nomor HP pengaduan. “Ini untuk memudahkan masyarakat menyampaikan unek-unek terkait pelayanan kepolisian yang tidak dianggap profesional, prosedural, dan proposional,” katanya.

Kompol Malik mengatakan, program pengaduan ini ditunjukan untuk keseluruhan permasalahan tidak hanya untuk lalu lintas. “Masyarakat wajib melapor ketika ada oknum yang dianggap menyimpang,” katanya kepada radarcirebon.com.

Dalam spanduk tersebut, warga yang akan menyampaikan aduan bisa kirim SMS ke nomor: 08122321624 atau 081313011111.

(kan/ps/rc)