BOS Tak Kunjung Cair, Madrasah Terancam ‘Mati’

Bupati Kuningan Hj Utjeh Suganda saat menghadiri rakerda PGM se Kuningan, Kamis (27/8/2015)
Bupati Kuningan Hj Utjeh Suganda saat menghadiri  rakerda PGM se Kuningan, Kamis (27/8/2015)
Bupati Kuningan Hj Utje Ch Suganda saat menghadiri rakerda PGM se Kuningan, Kamis (27/8/2015)

POJOKJABAR.id,KUNINGAN – Delapan bulan sudah, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah di Kabupaten Kuningan tak kunjung cair, membuat sejumlah lembaga pendidikan yang berada di bawah kementerian agama (kemenag) ketar-ketir. Mereka khawatir tak cairnya dana BOS itu akan ‘membunuh’mereka secara perlahan.

“Situasi PGM (Persatuan guru Madrasah,red) masih prihatin akibat belum turunnya dana BOS,” kata Ketua DPD PGM Kuningan, Heri Purnama MPd, saat Silaturahmi dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Persatuan Guru Madrasah (PGM) Kuningan di Lembah Ciremai Resto yang dihadiri Bupati Kuningan, Hj Utje Ch Suganda, Kamis (27/8/2015) seperti yang dilansir Radar Cirebon, Jumat (28/8/2015)

Silaturahmi ini dimanfaatkan untuk menyatukan misi agar kondisi madrasah bisa berjalan normal lagi. PGM menyatukan misi perjuangan untuk kesejahteraan guru madrasah sebagai skala prioritas utama. Jika guru madrasah belum mendapat honor, sertifikasi terganggu, tentu sudah menjadi tanggungjawab PGM untuk membantu.

Terkait BOS, Heri pernah mengkonfirmasi kembali ke Kanwil Kemenag Jabar. Hasilnya, dana BOS tetap belum ada gambaran cair secara keseluruhan dalam waktu dekat. Yang akan dicairkan baru sebatas alokasi honorer selama dua bulan.Untuk keseluruhan pencairan, madrasah diharuskan untuk membuat laporan keuangan secara valid, lalu direkap Kemenag untuk segera dikirim ke Kanwil.


“Mari kita semua kerjakan ketentuan itu. Ini supaya dana BOS bisa cepat cair,” ajaknya.

Sementara Kepala Kemenag Kuningan, H Undang Munawar menyebut, tahun ini madrasah tengah berduka cita dengan belum turunnya dana BOS selama delapan bulan lebih. Tetapi, penting harus diyakini, setiap masalah ada solusi. Setiap masalah juga merupakan ujian kenaikan derajat.

“Jadi, semoga setelah tahun duka cita ini, tahun depan madrasah diangkat derajatnya oleh Allah,” harap Undang.

Dijelaskan bahwa titik persoalan belum cairnya dana BOS Madrasah ada pada perubahan akun dari akun 50 ke akun 52. Atau dari akun dana Bansos (Bantuan Sosial) ke akun belanja barang. Yang merubah akun sendiri adalah pemerintah. “Pertimbangannya apa, silahkan tanya ke pemerintah,” ucapnya.

“Yang menjadi masalah, perubahan akun terjadi di tengah anggaran berjalan antara Maret-April 2015. Mestinya kan sebelum tahun anggaran,” tandasnya.

Itulah yang membuat dana BOS Madrasah hingga kini belum cair. Perubahan tersebut membuat madrasah keteter. Sebab, tidak semua madrasah, atau sebanyak 300 madrasah, mengerti untuk merubah akun akibat persoalan sumber daya manusia. Sehingga prosesnya jadi lambat. (tat/dea)