Karyawati BJB Korupsi KPR Rp 6 Miliar

ilustrasi
ilustrasi
                                                                                                ilustrasi

POJOKJABAR.id, INDRAMAYU- Seorang karyawati Bank Jabar Banten (BJB) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Karangampel,  ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu.  RF diduga melakukan korupsi kredit perumahan rakyat (KPR) senilai Rp 6 miliar.

Penetapan tersangka terhadap wanita yang menjabat supervisor/officer operasional Bank BJB KCP Karangampel ini setelah tim pidana khusus (pidsus) Kejari Indramayu melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kreditur KPR di Bank BJB KCP Karangampel.

“Kami sudah memeriksa 17 orang saksi,” terang Kasi Pidsus Kejari Indramayu Subhan Gunawan SH seperti yang dilansir Radar Cirebon, Kamis (20/8/2015).

Modus yang dilakukan tersangka adalah dengan memanipulasi data dalam KPR sehingga kerugian mencapai Rp 6 miliar. Dikatakan Subhan, tim pidsus Kejari Indramayu juga masih terus mengumpulkan data-data tambahan dari sejumlah saksi dan pejabat Bank BJB KCP Karangampel. Tersangka, tambah Subhan, telah menjalani pemeriksaan pertama di gedung Kejari Indra­mayu.


“Pemeriksaan tersangka di antaranya terkait tupoksi serta jabatan yang bersangkutan dalam proses pengajuan kredit KPR,” ujar Subhan.

Sementara Kasi Intel Kejari Indramayu Haerdin SH menambahkan, lebih dari 17 saksi telah diperiksa dalam kasus ini. Saksi yang dihadirkan sebagian besar adalah kreditur KPR. Tindak pidana korupsi dana KPR ini bermula dari pengaduan nasabah bjb KCP Karangampel ke DPRD Kabupaten Indramayu.

Dari 53 nasabah yang memperoleh pinjaman kredit perumahan tersebut, mereka merasa tertipu dengan modus yang dilakukan tersangka. Pasalnya, ajuan nasabah dengan jumlah rata-rata Rp200 juta, namun dalam praktiknya nasabah hanya menerima Rp80 juta. Beban angsuran dengan nominal Rp200 juta justru dibebankan kepada nasabah.

Tim pidsus akan terus melakukan pemeriksaan dan penggalian data dari sejumlah nasabah KPR bjb KCP Karangampel untuk mengungkap lebih dalam kasus ini. Pemeriksaan terhadap tersangka serta sejumlah pejabat bjb KCP Karangampel juga akan terus dilakukan sebagai upaya cross check data.(oet/dea)