Jaringan Irigasi di Cirebon Perlu Dinormalisasi Menghadapi Beroperasinya Waduk Jatigede

dedi nurul
Dedi Nurul

POJOKSATU.id, CIREBON – Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Kehutanan Kabupaten Cirebon Dedi Nurul berharap jaringan irigasi di wilayah barat Cirebon dinormalisasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, agar tidak terjadi banjir saat Waduk Jatigede beroperasi.

Dedi Nurul mengatakan, kondisi jaringan irigasi di wilayah barat Cirebon perlu dinormalisasi karena saat ini hanya mampu dialiri air dengan volume 11 meter kubik per detik, lebih dari itu air akan meluap.

“Saat Waduk Jatigede beroperasi jaringan irigasi di wilayah barat akan dapat suplai air antara 20-21 meter kubik per detik. Sehingga perlu normalisasi oleh BBWS, baik jaringan irigasi primer maupun sekunder. Untuk normalisasi dananya sekitar Rp5 triliun,” kata Dedi Nurul.

Irigasi di wilayah barat, tambah Dedi, untuk pasok lahan pertanian seluas 30 ribu hektar atau paling besar dibandingkan wilayah timur. Wilayah timur Cirebon saat ini target produksinya 6,1 ton per hektar. Namun, hanya tercapai 4,4 ton per hektarnya karena terjadi kekeringan.


Menurut dedi, tidak hanya jaringan irigasi perlu dinormalisasi atau dikeruk, tapi juga Setu Sedong dan Setu Patok. Setu Patok airnya sudah menyusut. “Agar di Setupatok tersedia air 3,5 juta meter kubik, perlu pengerukan seluas 175 hektar dan kedalaman 20 meter,” tukas Dedi.(Rmol/gun)