Dua Tahun, Puluhan Siswa Ini Belajar di Teras Sekolah

Puluhan siswa SDN 1 Setupatok, Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon terpaksa belajar di teras sekolah, karena ruang kelasnya rusak parah.
Puluhan siswa  SDN 1 Setupatok, Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon terpaksa belajar di teras sekolah, karena ruang kelasnya rusak parah.
Puluhan siswa SDN 1 Setupatok, Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon terpaksa belajar di teras sekolah, karena ruang kelasnya rusak parah.

POJOKJABAR.id, CIREBON– Gara-gara tak kunjung diperbaiki ruang kelas yang rusak, puluhan siswa kelas lima dan enam SDN 1 Setupatok Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon terpaksa belajar di teras. Yang mengherankan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon seolah tutup mata, pasalnya permohonan perbaikan ruang kelas yang diajukan pihak sekolah pun tak kunjung direalisasi.

Menurut salah seorang guru SDN 1 Setupatok, Idris selama enam tahun, kondisi tiga ruang kelas rusak parah. Dan kondisi seperti ini sudah berlangsung selama dua tahun terakhir.

“Kalau kelas dalam kondisi normal saja kita sudah kekurangan. Karena ada 10 rombongan belajar, sementara kelas hanya enam dan satu ruang guru. Sehingga akhirnya ada beberapa rombel yang belajar siang. Apalagi sekarang ditambah dua ruang kelas rusak parah, jadi akhirnya terpaksa di teras,” tuturnya.

Karena kondisi ruang kelas lima dan enam itu nyaris ambruk dan membahayakan siswa, akhirnya pihak sekolah pun memutuskan untuk melangsungkan kegiatan belajar mengajar di teras sekolah. Ketika hujan turun, mau tidak mau siswa belajar di dalam kelas yang rusak namun dengan tingkat risiko yang tinggi.


“Kalau hujan, ya terpaksa masuk kelas, walaupun sedikit bocor dan takut ambruk. Tapi mau bagaimana lagi,” lanjutnya.

SDN 1 Setupatok, diakui Idris sempat mengalami renovasi. Namun hal itu terjadi hampir sepuluh tahun silam, sekitar tahun 2006. Renovasi yang dilakukan pun tidak menyeluruh, hanya bagian atap.

Sementara Kepala SDN 1 Setupatok , Edi Suhaedi mengatakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di teras sekolah memang sangat tidak maksimal. Apalagi siswa-siswi kelas enam akan menghadapi ujian nasional. Pengajuan perbaikan dan renovasi pun sudah dilakukan. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda Dinas Pendidikan akan melakukan renovasi.

“Katanya Agustus ini mau dibangun. Tapi sayangnya sampai sekarang ini belum ada tanda-tanda akan direnovasi. Padahal renovasi sekolah itu sangat penting. Pengajuan kita juga sudah sampai kementerian, tapi herannya masih saja sampai sekarang belum ada realisasi,”ujar Edi.

Sementara, Kuwu Desa Setupatok M Yusuf MPdI meminta pemerintah untuk secepatnya melakukan perbaikan dan renovasi SDN 1 Setupatok.

“Kita ini sudah 70 tahun merdeka, tapi masih ada saja sekolah di Jawa yang belajar di teras. Apalagi katanya SDN 1 Setupatok mau dijadikan SD percontohan, tapi kok begini kondisinya. Kasihan para murid yang memang merupakan warga kami,”ujar Yusuf.(den/dea)