Belum Gajian, Ibu Muda Curi Uang SPG

Ibu muda yang curi uang SPG diperiksa polisi

Ibu muda yang curi uang SPG diperiksa polisi

POJOKSATU.id, CIREBON – Lantaran belum gajian, ibu muda NR (23) nekat mencuri uang temannya yang bekerja sebagai sales promotion girl (SPG).

NR berdalih mencuri karena terdesak kebutuhan ekonomi. Wanita yang juga bekerja sebagai SPG itu mengaku butuh uang untuk kebutuhan sehari-hari dan membeli susu anaknya yang masih berusia dua tahun.

Kejadian tersebut terjadi di salah satu pusat perbelanjaan di Jl Tentara Pelajar, Cirebon, Jawa Barat. Semula sekuriti dan karyawan lain dibuat penasaran dengan hilangnya uang dari beberapa karyawan.

Sekuriti yang penasaran dengan kejadian itu langsung membuat jebakan. Ia menaruh uang di dompet milik korban SR (17) sebesar Rp150 ribu. Nomor seri uang tersebut dicatat, lalu diisi ke dompet kemudian disimpan di dalam loker besar di mana para SPG lainnya juga manaruh tas di dalam loker tersebut.

Langkah ini tergolong berhasil. Saat dicek sore harinya, uang yang disimpan itu sudah tidak ada. Sekuriti pun mencurigai NR yang masuk ke ruangan loker pada saat rekan-rekan lainnya sedang bekerja.

Pihak sekuriti pun memanggil NR dan memintanya mengeluarkan semua uangnya. Setelah dicek, beberapa pecahan uang yang sebelumnya sudah dicatat nomor serinya, ada di dalam dompet NR.

NR sempat mengelak, namun setelah didesak dan ditunjukan bukti catatan uang tersebut, ia akhirnya mengakui perbuatannya. Dia mengaku nekat mencuri karena butuh uang untuk kebutuhan sehari-hari dan membeli susu anaknya.

“Saya belum gajian, baru dua minggu kerja,” ujarnya saat menjalani pemeriksaan di Mapolsekta Utbar, seperti dilansir Radar Cirebon, Selasa (12/5/2014).

Sementara sang korban, SR, menginginkan permasalahan tersebut tidak diperpanjang dan hanya menginginkan uangnya kembali. “Saya sih yang penting uang kembali dan pelaku berjanji tidak mengulangi perbuatannya lagi,” katanya.

(dri)

Feeds

Rektor IPB Arif Satria dirawat di RS EMC Sentul Bogor

Rektor IPB Positif Covid-19 Lagi

Rektor institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria, terkonfirmasi positif Covid-19 kedua kalinya, usai sempat positif pada September 2020.