Marak Demo Tolak Kenaikan BBM di Jakarta, Sudah Ada 6 Orang Ditangkap Polisi

Ilustasi Demo.

POJOKJABAR.id, Sukabumi – Hingga saat ini sudah ada 6 orang massa aksi demo yang ditangkap dalam demonstrasi penolakan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komaruddin.


Komaruddin mengatakan, 6 orang tersebut merupakan anggota Gerakan Pemuda Islam (GPI) yang ditangkap pada aksi demonstrasi yang dilakukan pada Senin (5/9) di Patung Kuda.

“Kalau gak salah dari elemen GPI,” katanya kepada wartawan di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (8/9/2022).

Ia menambahkan, alasan penangkapan adalah karena tindakan orang-orang tersebut dianggap sudah di luar batas.


Baca Juga : Media Internasional Sebut Ratu Elizabeth II Keturunan Nabi Muhammad, Begini Ulasannya

“Yang kami nilai itu sudah membahayakan dan mengganggu ketertiban umum,” ujarnya.

Hingga saat ini, menurut Komaruddin, 6 orang tersebut masih ditahan dan menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya.

“Saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya,” pungkasnya.

Namun begitu, diketahui bahwa penangkapan massa aksi demo penolakan kenaikan BBM tersebut hanya terjadi pada Senin (5/9). Di hari-hari berikutnya, termasuk demonstrasi yang dilangsungkan hari ini tidak ada massa aksi yang ditangkap.

Sebelumnya, pemerintah resmi mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi dan subsidi, meliputi Pertalite, solar, dan Pertamax pada, Sabtu (3/9) dan mulai berlaku pukul 14.30 WIB.

Kenaikan harga BBM tersebut diumumkan oleh Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam konferensi persnya disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube, Sekretariat Presiden pada Sabtu (3/9/2022).

Arifin menyebut, harga Pertalite berubah menjadi Rp10.000 dari sebelumnya Rp7.650 sementara untuk Solar menjadi Rp6.800 dari sebelumnya Rp5150. Sedangkan Pertamax dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.

“Hari ini tanggal 3 September 2022 pukul 13.30 pemerintah memutuskan untuk menyesuaikan harga BBM subsidi antara lain, Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, kemudian Solar subsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter,” pungkasnya. (jp/pojokjabar)