Selain Ferdy Sambo, Empat Tokoh Ini Juga Mendekam di Mako Brimob

Ahok saat digiring ke Mako Brimob Dia ditahan pada 9 mei 2017 hingga 24 Januari 2019. Foto/Dok Antara

POJOKJABAR.id, JAKARTA – Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo dibawa ke tempat khusus di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.


Penempatan di Mako Brimob itu berkaitan dengan kasus tewasnya Brigadir J di rumah dinasnya kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Ferdy Sambo dibawa ke Mako Brimob karena diduga melakukan pelanggaran etik olah tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya Brigadir J.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan penempatan Ferdy Sambo itu berlaku 30 hari di Mako Brimob.


“(Selama) 30 hari info dari Itsus,” kata Dedi di Jakarta, Minggu (7/8/2022).

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi), Edi Hasibuan menjelaskan penempatan khusus di Mako Brimob dilakukan di tempat yang ditunjuk pimpinan kepolisian dalam penegakan kode etik.

BACA JUGA : Jalan Terang Sudah Mulai Terbuka, Dalang Pembunuhan Brigadir J Mengarah ke Ferdy Sambo?

Hal itu tertuang dalam Peraturan Polri Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.

Meski demikian, dalam penerapannya, penempatan di Mako Brimob juga dilakukan terhadap sejumlah tokoh sipil yang terlibat kasus-kasus tertentu.

Berikut daftar tokoh yang pernah ditempatkan khusus di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok:

BACA JUGA : Usai Brigadir E, Ajudan Istri Ferdy Sambo Ditetapkan Jadi Tersangka

1. Ahok

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ditahan di Mako Brimob karena kasus penodaan agama.

Dia ditahan sejak 9 mei 2017 hingga 24 Januari 2019.

Ahok divonis Pengadilan Negeri Jakarta Utara dua tahun pidana penjara dengan dakwaan Pasal 156 huruf a KUHP (penodaan agama).

BACA JUGA : Polri Ungkap Fakta Penetapan Irjen Ferdy Sambo Sebagai Tersangka

Ahok mendapat remisi Natal 2017 selama 15 hari dan remisi umum 17 Agustus 2018 selama dua bulan.

Pertimbangan pemberian remisi Natal ini karena Ahok berkelakuan baik. Dia mengaku belajar banyak selama menjalani masa tahanan.

2. Ratna Sarumpaet

Aktivis Ratna Sarumpaet pernah diperiksa secara intensif di Mako Brimob, Kelapa Dua, Kota Depok, Jawa Barat.

Ratna ditangkap lantaran diduga akan melakukan makar pada Aksi Bela Islam III.

Ratna dijemput pihak kepolisian di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat jelang aksi demo tersebut.

Penjemputan dilakukan karena Ratna diduga melanggar Pasal 107 KUHP.

Selain Ratna, sejumlah tokoh dan aktivis dikabarkan ditangkap polisi dengan tuduhan makar.

Mulai dari Sri Bintang Pamungkas, Rachmawati Soekarnoputri, dan Kivlan Zen.

3. Aman Abdurrahman

Aman Abdurrahman Oman Rachman alias Abu Sulaiman merupakan pimpinan tertinggi Jamaah Anshorut Daulah (JAD).

Dia disebut sebagai otak pengeboman Gereja Oikumene di Samarinda 2016.

Selain itu bom Thamrin 2016, bom Kampung Melayu 2017, penembakan polisi di Medan dan Bima 2017.

Aman divonis hukuman mati dalam sidang pembacaan replik duplik di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (30/5/2018).

Seluruh pledoi Aman ditolak sehingga dirinya tetap divonis mati.

Nama Aman Abdurahman sempat disebut dalam tuntutan kerusuhan narapidana teroris di Mako Brimob tahun 2018.

Dia merupakan salah satu penghuni tahanan Mako Brimob. Kini dia mendekam di Lapas Nusakambangan.

4. Nazaruddin

Terpidana kasus suap Wisma Atlet SEA Games, Muhammad Nazaruddin merupakan tokoh berikutnya yang pernah dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Dia dibawa ke Mako Brimob setelah dijemput aparat dari luar negeri pada 2011.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat itu, Johan Budi mengatakan KPK memilih Rutan Mako Brimob dengan alasan keamanan.

“Mengenai sekuriti (keamanan), ditempatkan di Rutan Mako Brimob,” kata Johan.

5. Ferdy Sambo

Polri menyatakan Irjen Pol Ferdy Sambo ditempatkan di tempat khusus di Mako Brimob Polri terkait kasus penembakan Brigadir J.

Ferdy Sambo sebelumnya diperiksa terkait dugaan pelanggaran kode etik.

“Yang bersangkutan ditempatkan di tempat khusus di Korbrimob Polri,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo dalam konferensi pers, Sabtu (6/8/2022).

Ferdy Sambo ditempatkan di Mako Brimob lantaran adanya dugaan pelanggaran ketidakprofesionalan dalam pengolahan TKP penembakan Brigadir J.

Salah satunya diduga terkait pengambilan CCTV.

“Irsus sudah memeriksa 10 saksi,” kata Dedi.