Irjen Pol Ferdy Sambo Diduga Terlibat Pengerusakan Barang Bukti

Irjen Ferdy Sambo dan istrinya. Foto/IST
Irjen Ferdy Sambo dan istrinya. Foto/IST

POJOKJABAR.com– Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo diduga terlibat dalam pengerusakan barang bukti di lokasi kematian Brigadir J.


“Bertindak tak profesional dalam kaitan dengan perusakan TKP dan barang bukti,’
kata sumber JawaPos.com (Pojokjabar.com) di internal Polri, Sabtu (6/8) malam.

Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo pun dikenakan penahanan dalam kasus pembunuhan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo Ferdy Sambo ditahan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Kota Depok, Jawa Barat.


“Dia (Ferdy Sambo) diduga kuat melakukan pelanggaran kode etik,” ujarnya.

Diketahui, proses penanganan kasus kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J semakin berkembang.

Baca: Timsus Sudah Kantongi Identitas Perusak CCTV di Rumah Dinas Ferdy Sambo

Setelah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E ditetapkan sebagai tersangka, kini 25 personel polisi ikut terserah pusaran kasus ini.

“Timsus telah memeriksa 25 personel dan proses masuh berjalan, di mana 25 personel kita periksa terkait ketidak profesionalan pananganan TKP dan beberapa hal yang kita anggap membuat olah TKP dan juga hambatan-hambatan dalam penanganan TKP dan penyidikan yang kita ingin bisa berjalan baik,” kata Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8).

25 personel tersebut terdiri dari 3 personel Pati bintang satu, Kombes 5 personel, AKBP 3 personel, Kompol 2 personel, perwira pertama (pama) 7 personel, Bintara dan Tamtama 5 personel.

Mereka berasal dari kesatuan Div Propam, Polres Metro Jakarta Selatan, Polda Metro Jaya dan Bareskrim.

“Terhadap 25 personel yang telah dilakukan pemeriksaan kita akan menjalankan proses pemeriksaan terkait sengan pelanggaran kode etik. Apabila ditemukan adanya proses pidana, kita juga akan memproses pidana yang dimaksud,” jelas Sigit.(jpc/pojokjabar)