Begini Suasana Rumah Dinas  Irjen Ferdy Sambo Pasca Kasus Polisi Tembak Polisi

Rumah dinas Kadiv Propam nonaktif, Irjen Pol Ferdy Sambo di Komplek Polri No.46, Kelurahan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. (Ist)

POJOKJABAR.id – Rumah dinas Kadiv Propam nonaktif, Irjen Pol Ferdy Sambo di Komplek Polri No.46, Kelurahan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, sudah tak lagi bepenghuni dan telah dipasangi garis polisi.


Di halaman rumah tersebut hanya terlihat ada sebuah motor beroda empat dengan merk ATV bernomor polisi B 12 ATA dan satu unit bajaj berwarna hijau yang terparkir. Sementara untuk di sekitar luaran rumah dijaga tiga aparat kepolisian dan satu  satpam.

Warga sekitar pun biasa saja melihat kondisi itu dan seakan tidak ada peristiwa apa-apa. Sesekali, ada kurir pengantar barang atau makanan terlihat berlalu-lalang untuk mengantarkan pesanan warga sekitar yang merupakan tetangga Sambo.

Tak ada informasi apa pun yang di dapat dari sejumlah warga yang ada di sekitar lokasi mengenai peristiwa mengerikan yang telah terjadi : polisi tembak polisi. Hanya saja, terlihat mimik wajah mereka seperti menyembunyikan sesuatu.


Baca Juga : Polri Bereaksi Usai Presiden Jokowi Beri Ketegasan Soal Kasus Penembakan di Rumah Irjen Ferdy Sambo

Ketika hari sudah menjelang sore, sekira pukul 17:20 WIB, terlihat ada satu unit Mobil Inafis dengan plat nomor 9018-VII mendatangi lokasi tersebut.

Tak lama muncul pria berbadan tegap dengan memakai kemeja putih dan celana hitam panjang turun dari mobil tersebut, ditemani dua orang lainnya yang seakan hendak memasuki rumah tak berpenghuni itu.

Setelah mengetahui adanya awak media, ketiga orang tersebut mengurungkan niatnya dan memilih memundurkan mobil berwarna oranye itu sekitar 10 meter ke belakang untuk menjauh dari lokasi.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Duren Tiga, Dadang menyebutkan, rumah Irjen Ferdy Sambo itu telah dipasangi garis polisi sejak empat hari yang lalu. Setelah sebelumnya, hanya terpasang pada pagar rumah itu saja.

“Sudah kosong, garis polisinya sudah sekitar empat hari dipasang ke seluruh bagian rumah,” kata dia dikutip Pojokjabar dari Radar Depok, Jumat (22/7/2022).

Tetangga Irjen Ferdy Sambo, Musa menyebutkan, saat kejadian yang menewaskan Brigadir J berlangsung, dia sedang berada diluar rumah untuk menjemput sang istri.

Kendati demikian, dia mengakui, mengenal sosok Sambo sebagai orang yang berkepribadian yang baik. Hal itu diutarakannya karena, Irjen Sambo sempat menjadi muridnya di Lembang Bandung.

“Kalau ngobrol pernah kenal enggak, orang siswa saya kok. Dulu dia masih kombes, waktu dia jenderal sudah tidak pernah lagi (komunikasi),” ungkapnya.

Namun, dia mengakui, selama bertetangga dengan Sambo, dia tidak pernah melihat sosok Brigadri J yang tewas dalam insiden mengenaskan tersebut.

Hal itu semakin dikuatkan dengan pintu gerbang depan yang selalu terkunci. Karena, Irjen Sambo menggunakan pintu samping rumah sebagai akses keluar-masuk.

“Nggak pernah lihat, kan dia punya ajudan sejak Bintang Satu,” tandas Musa. (rd/pojokjabar)