Pertamina Kaji Kendaraan Tak Boleh Beli Pertalite dan Solar Subsidi

HARGA BBM NAIK: Petugas mengisi BBM jenis Pertamax ke kendaraan konsumen di SPBU di kawasan Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, kemarin (26/2). PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM nonsubsidi Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite mulai dari Rp300 hingga Rp750 per liter tergantung jenis BBM dan daerah terhitung sejak Sabtu kemarin, untuk menyesuaikan kenaikan harga minyak dunia.
Ilustrasi. Ahmad Fachry/Radar Depok

POJOKJABAR.com – Pertamina saat ini masih mengkaji kriteria kendaraan yang tidak diperbolehkan membeli Pertalite dan Solar Subsidi.


Sistem Electronic Data Capture (EDC) pun masih belum sepenuhnya diterapkan di semua daerah.

Hal itu ada kendala misalnya ketersediaan jaringan di pelosok.

Atau juga mereka yang tidak memiliki smartphone (bisa memasukkan nomor polisi secara manual).


Walaupun pendaftaran baru efektif dibuka 1 Juli 2022, sebaiknya konsumen BBM Pertalite tidak ada salahnya mengetahui dulu cara dan syarat untuk melakukan pendaftaran.

Penerapan aturan ini diharapkan sudah berlangsung pada September tahun ini.

Melansir dari website MyPertamina, berikut daftar implementasi tahap 1:

1. Kota Bukit Tinggi
2. Kab. Agam
3. Kota Padang Panjang
4. Kab. Tanah Datar
5. Kota Banjarmasin
6. Kota Bandung
7. Kota Tasikmalaya
8. Kab. Ciamis
9. Kota Manado
10. Kota Yogyakarta
11. Kota Sukabumi

Konsumen yang berada di wilayah implementasi tahap 1 atau yang sering berpergian ke lokasi tahap 1 menjadi prioritas pertama yang melakukan pendaftaran.

Diketahui, mulai 1 Juli 2022 pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar Bersubsidi tidak bisa secara tunai seperti sekarang.

PT. Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT. Pertamina Patra Niaga akan mengatur pembelian dua jenis BBM agar benar-benar tepat sasaran.

Konsumen yang akan membeli pertalite dan solar bersubsidi diwajibkan mendaftar terlebih dahulu ke website MyPertamina.

Sistem yang digunakan itu mirip dengan aplikasi PeduliLindungi.

Sehingga ketika konsumen yang sudah terdaftar, pada saat membeli BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) cukup meng-capture barcode yang disediakan pihak pengelola SPBU.

Atau dengan memakai Electronic Data Capture (EDC) petugas SPBU akan mengecek nomor kendaraan konsumen.

Bila konsumen belum melakukan pendaftaran maka tidak bisa membeli BBM Pertalite dan diarahkan ke BBM produk yang lain seperti Pertamax.

Secara teori setelah registrasi maka operator SPBU akan melihat apakah kendaraan tersebut sudah terdata di MyPertamina.

Dalam hal ini pihak Pertamina juga menyiapkan sistem digitalisasi di SPBU mereka, di mana kendaraan-kendaraan yang sudah terdaftar dalam MyPertamina akan masuk ke dalam sistem.

SPBU juga menggunakan Electronic Data Capture (EDC) untuk mengecek nomor kendaraan atau konsumen yang memakai sistem barcode.