Stereoflow Ungkap Langkah Dukung Dunia Olahraga Tanah Air

Stereoflow
Stereoflow, seniman visual asal Bandung./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com– Stereoflow mengaplikasikan kemampuan muralnya untuk membuat karya yang dapat diabadikan dalam bentuk jersey, sepatu futsal, sepatu bola, hingga bola.


Seniman visual artist asal Bandung, Stereoflow, yang namanya sudah sangat hype di skema seni grafiti Indonesia melakukan hal tersebut sebagai bentuk dukungannya pada dunia olahraga di tanah air.

Melakukan hal tersebut, Stereoflow tentu tidak bisa bergerak sendirian.

Dia berkolaborasi dengan Specs, salah satu brand asli Indonesia yang sudah punya pengalaman dalam industri olah raga.


Proses pembuatan perlengkapan olah raga ini memakan waktu cukup lama.

Setidaknya dari awal komunikasi, saling bertukar ide, sampai akhirnya jadi desain desain menarik, diperlukan waktu yang cukup lama kurang lebih 6 bulan lamanya.

Proses desainnya cukup lama untuk memastikan hasilnya jadi lebih sempurna.

Stereoflow membuat desain yang menarik sebab ini akan menjadi jersey edisi khusus dipersiapkan untuk Tim Nasional Garuda Futsal berlaga di ajang AFC (Piala Asia) pada September 2022.

Selain itu, jersey karya Stereoflow juga akan dikenakan Tim Garuda INAF yang bakal berlaga di ajang Kejuaraan Dunia Amputasi di Turki pada Oktober 2022 mendatang.

“Senang dan bangga rasanya. Kolaborasi ini membuktikan, jika kita tekun dan berlatih secara profesional, you can achieve your dreams,” kata Adi Dharma, seniman grafiti yang juga dikenal dengan nama Stereoflow.

Dia pun berharap jersey edisi khusus ini bisa menjadi penyemangat sehingga bisa atlet yang bertanding dapat mencetak prestasi yang membanggakan .

“Semoga jersey ini bisa membawa semangat baru untuk Garuda Futsal dan Garuda INAF,” harapnya.

Stereoflow merupakan seorang visual artist yang terjun di dunia seni jalanan sudah sejak era 1990-an.

Sejumlah karya telah berhasil dibuatnya. Salah satunya berupa ‘Mural untuk Jakarta’ yang dihadirkan pada tembok berukuran 20×15 meter di sekitar MRT Cipete Raya, Jakarta Selatan, tahun lalu.

Tujuan pembuatan mural kala itu untuk menumbuhkan semangat bereskpresi di tengah situasi sulit pandemi Covid-19.