CDC Ungkap Kasus Hepatitis Misterius di AS

ilustrasi

POJOKJABAR.com– Data Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Eropa menyebut bahwa kasus hepatitis misterius pertama kali dilaporkan muncul di Alabama, AS.


Saat ini, total kasus secara global mencapai 621 kasus tersebar di 34 negara.

Kasus hepatitis di AS sebenarnya lebih banyak dibanding yang terungkap, dilansir dari media Tiongkok mengutip ucapan ahli kesehatan.

Sebanyak 180 kasus terjadi di AS. Laporan media juga mengatakan bahwa di AS, beberapa anak membutuhkan transplantasi hati dan 5 anak meninggal karena penyakit misterius tersebut.


Hepatitis yang tidak diketahui pada anak-anak pertama kali ditemukan di Eropa dan Amerika Serikat.

Dari semua kasus yang diketahui, yang paling awal dikonfirmasi adalah seorang anak yang dirawat di rumah sakit anak-anak di Alabama pada Oktober 2021.

Jumlah kasus di AS meningkat pesat. Jumlah kasus yang dikonfirmasi telah meningkat hampir 70 persen hanya dalam waktu 10 hari dibandingkan dengan jumlah yang dilaporkan pada awal Mei menurut CDC AS.

Seorang ahli kesehatan mengatakan kepada Global Times dengan syarat anonim bahwa itu berarti akan ada lebih banyak kasus yang dikonfirmasi saat penyelidikan berlanjut.

Ia menyebut bisa saja kasus yang ada sebagian disembunyikan.

“Sejumlah di AS mungkin disembunyikan,” katanya.

Sejak Oktober, rumah sakit di Alabama, Ohio, dan di tempat lain telah menemukan kasus hepatitis yang tidak biasa pada anak-anak setelah merawat mereka.

Di Alabama, beberapa dokter telah melakukan survei secara sukarela sejak Oktober.

Pada November 2021, setelah kasus keempat dilaporkan, dokter di Alabama meminta bantuan CDC.

Tetapi, baru pada pertengahan April, dua minggu setelah Skotlandia, ribuan mil jauhnya, melaporkan 14 kasus.

Setelah Badan Kesehatan dan Keselamatan Inggris mengeluarkan peringatan, CDC AS akhirnya juga melakukan hal yang sama.

“Kami tidak dapat berspekulasi seberapa besar dampak buruk dalam lima bulan terhadap pencegahan dan pengobatan hepatitis. Tetapi, para ahli CDC AS bingung terkait penyebabnya. Padahal kunci untuk mengalahkan pandemi adalah melakukan pencegahan dengan cepat,” kata pakar tersebut.

Lebih dari 300 kasus hepatitis akut pada anak-anak dengan penyebab yang tidak diketahui di lebih dari 20 negara pada April mungkin terkait dengan antigen virus Korona.

Ini menurut penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal akademis internasional bergengsi, The Lancet Gastroenterology and Hepatologi.

Para peneliti menyarankan bahwa kasus hepatitis akut baru-baru ini pada anak-anak mungkin merupakan akibat dari infeksi virus Korona, diikuti oleh infeksi adenovirus setelah munculnya reservoir virus di saluran usus.

Setelah infeksi virus Korona, reservoir virus dapat menyebabkan aktivasi sel imun yang diperantarai superantigen berulang, seperti Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C).

Jika reservoir seperti itu ada dan anak kemudian terinfeksi adenovirus (AdV), efek yang diperantarai antigen super ini mungkin lebih jelas dan dapat menyebabkan kelainan kekebalan seperti hepatitis parah akut yang baru-baru ini dilaporkan.(jpc/pojokjabar)