Soal Vaksin Booster Jadi Syarat Mudik, PKS: Lebih Baik Diganti

covid 19
Ilustrasi Covid-19

POJOKJABAR.com- Anggota Komisi IX DPR RI,  Netty Prasetiyani Aher menilai vaksin booster kurang relevan dijadikan syarat untuk mudik lebaran Idul Fitri 1443 H.


“Jadi, kurang dan tidak relevan tepat jika vaksin booster jadi syarat perjalanan mudik,” kata Netty kepada Pojokjabar.com, di Jakarta, Senin (28/3/2022).

Oleh karena itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta aturan kewajiban booster saat mudik dievaluasi.

“Lebih baik kebijakan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan publik ini dievaluasi dan diganti sebelum diterapkan,” ujarnya.


Netty pun menyarankan pemerintah agar tidak menjadikan vaksin booster sebagai syarat untuk mudik.

“Jadi aturan mudik cukup vaksin dosis lengkap dan tetap menjaga prokes saja,” pungkas Netty.

Sebelumnya, pemerintah membuka kelonggaran bagi masyarakat untuk merayakan Hari Raya Idulfitri 2022 di kampung halaman.

Presiden Joko Widodo menyatakan, situasi pandemi yang membaik telah membawa optimisme dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan 2022.

Tahun ini, umat muslim dapat kembali menjalankan ibadah salat tarawih berjamaah di masjid dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Tidak hanya itu. Masyarakat yang ingin melakukan mudik Lebaran juga dipersilakan.

Pemerintah tidak lagi membuat imbauan tidak mudik seperti dua tahun sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat jumpa pers melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (23/3/2022).

“Masyarakat yang ingin melakukan mudik Lebaran juga diperbolehkan, dengan syarat sudah mendapatkan dua kali vaksin dan satu kali booster, serta tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya.

Para pelaku perjalanan luar negeri yang ingin ke Tanah Air juga diberikan kelonggaran.

Presiden Jokowi menyatakan, pelaku perjalanan dari luar negeri yang tiba melalui bandara di seluruh Indonesia, tidak perlu lagi melewati karantina.

Namun, pemerintah tetap mewajibkan pelaku perjalanan yang tiba dari luar negeri untuk melakukan tes usap PCR. (muf/pojokjabar)