DPR RI Terus Suarakan Vaksin Halal

Kasus Covid-19 di Kota Bekasi per 2 Maret 2022
Ilustrasi vaksinasi. (Dok. Pojokbekasi.com)

POJOKJABAR.com– Pihak DPR RI terus menyuarakan vaksin halal dalam rapat kerja Panja Vaksinasi dengan Menkes Budi Gunadi Sadikin.


Hal itu ditegaskan Anggota Panja Vaksinasi Covid-19 Komisi IX DPR RI, Nur Nadlifah.

Pihaknya mengklaim telah menyampaikan aspirasi umat Islam tentang penggunaan vaksin halal untuk dosis booster kepada Menkes Budi Gunadi Sadikin.

“Menkes masih sangat normatif dan hingga kini belum ada jawaban yang memuaskan atas pertanyaan tersebut,” ujar Nadlifah, Sabtu (26/3).


“Semua kami tanyakan ke Menkes. Mulai dari desakan prioritas vaksin halal, stok vaksin hingga biaya importasi vaksin,” imbu legislator asal Dapil Jawa Tengah itu.

Nadlifah mempertanyakan penggunaan vaksin Sinovac yang sudah mendapatkan fatwa halal MUI, tetapi cuma digunakan untuk anak-anak usia 6 – 11 tahun.

Padahal BPOM sudah memberikan izin penggunaan booster Sinovac bagi mereka yang memang sudah menggunakan sinovac sebagai vaksin primer.

“Soal booster Sinovac juga ditanyakan. Mengapa jenis ini tidak dipakai untuk orang dewasa yang dulu gunakan Sinovac sebagai vaksin primer,” ungkapnya.

Di tempat lain, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta pada Selasa (22/3) mulai menyidangkan perkara gugatan yang diajukan Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) terkait Edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/II/252/2022 Tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Lanjutan (Booster).

Surat edaran itu menyatakan tiga jenis vaksin yang dipakai untuk booster. Yakni, vaksin Astra Zeneca, Pfizer, dan Moderna.

“Ketiga jenis vaksin yang ditentukan dalam program booster itu tak satu pun yang memiliki sertifikat halal. Ini merugikan umat Islam selaku mayoritas penduduk di Indonesia yang mengonsumsi vaksin,” kata Kuasa Hukum YKMI Amir Hasan.

Diketahui, Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Vaksinasi Covid-19 menunggu tindak lanjut Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin soal vaksin dosis ketiga atau lanjutan (booster) menggunakan vaksin halal. (jpc/pojokjabar)