Soal Kerentanan Virus Corona, Studi Ungkap Catatan Perempuan Hamil Tak Hamil

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com– Studi mencatat bahwa perempuan hamil tampaknya tidak lebih rentan terhadap Virus Corona dibanding dengan perempuan tidak hamil.

Peneliti menemukan bahwa perempuan hamil “beresiko tinggi mengidap Covid-19 parah.”

Peneliti juga mendapati bahwa “perempuan hamil yang terpapar SARS-CoV-2 lebih memungkinkan dirawat di perawatan kritis, menggunakan ventilasi invasif dan extracorporeal membrane oxygenation (ECMO) dan juga meninggal.”

Sejak Desember 2020-Oktober 2021 sebanyak 2.364 bayi lahir dari ibu yang mengidap Covid-19 selama kehamilan.

“Dari jumlah itu, sebanyak 2.353 bayi lahir hidup, dengan 241 di antaranya lahir prematur,” lanjutnya.

Sementara, persentase lahir prematur pada populasi umum 8 persen, sebesar 17 persen bayi lahir dalam 28 hari setelah ibu mereka terinfeksi Covid-19.

Diketahui, studi yang baru-baru ini diterbitkan di majalah Nature Medicine mengungkapkan bahwa perempuan hamil yang tidak divaksin lebih berpotensi dirawat inap apabila terinfeksi Covid-19.

“Covid-19 pada kehamilan dikaitkan dengan peningkatan resiko komplikasi tertentu kehamilan preeklamsia, lahir prematur dan lahir meninggal,” menurut majalah itu.

“Tingkat infeksi SARS-CoV-2 dan vaksinasi Covid-19 pada perempuan hamil di Skotlandia”, menggunakan data dari observasi 11 bulan terhadap 87.000 perempuan hamil di Skotlandia dari Desember 2020-Oktober 2021. (jpc/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds