Duet Prabowo-Jokowi di Pilpres 2024, Megawati Marah Besar

ketua-umum-pdip
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri

POJOKJABAR.com– Ketua Umum PDIP,  Megawati Soekarnoputri bakal marah besar jika duet Prabowo-Jokowi di Pilpres 2024 benar-benar terjadi.


Pasalnya, Megawati sudah menyiapkan anaknya Puan Maharani yang akan diusung di Pilpres 2024 mendatang.

Demikian disampaikan pengamat politik Jamiluddin Ritonga kepada Pojoksatu.id di Jakarta, Sabtu (15/1/2021).

“Megawati akan marah besar menolak keras bila duet tersebut terwujud, Mega akan mendahulukan Puan Maharani,” ujarnya.


Menurut Jamiluddin, Megawati berfikiran bahwa Jokowi sebagai kader PDIP dinilai sudah cukup selama dua periode.

“Jokowi sebagai kader PDIP sudah cukup mengabdikan dirinya untuk bangsa dan negara selama dua periode,” ucapnya.

Sebelumnya, Sekretariat Bersama (Sekber) Prabowo-Jokowi mendeklarasikan dukungan kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo untuk mencalonkan diri pada Pilpres 2024.

Mereka menilai kepemimpinan Jokowi pada periode kedua telah memberikan kemajuan bagi Indonesia.

Karena itu, mereka ingin Jokowi-Prabowo melanjutkan kerja-kerja mereka lewat Kabinet Indonesia Maju Jilid II di 2024.

“Kami dari Sekretariat Bersama Prabowo-Jokowi mendorong Bapak Prabowo Subianto, calon presiden, dan Bapak Joko Widodo, calon wakil presiden (cawapres), sebagai bagian dari Kabinet Indonesia Maju Jilid II untuk maju dalam Pemilu 2024,” kata Koordinator Sekber Prabowo-Jokowi Gisel Italiane dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/1).

Para relawan berpendapat Jokowi telah berhasil mengonsolidasikan kekuatan dengan merekrut Prabowo di pemerintahan periode kedua.

Mereka menilai langkah itu menciptakan stabilitas politik, baik dalam pemerintahan maupun parlemen.

Sekber Prabowo-Jokowi menyampaikan pencalonan Prabowo-Jokowi perlu dilakukan untuk melanjutkan pembangunan Indonesia.

Mereka berkata pemulihan perekonomian pasca pandemi perlu terus dikawal.

Selain itu, para relawan menyebut ada sejumlah proyek strategis yang perlu kesinambungan pemerintahan.

Salah satunya proyek pemindahan ibu kota negara ke Penajam Paser Utara.

“Dalam rangka melanjutkan kesinambungan kerja dan pembangunan nasional menuju Indonesia maju,” ucap Gisel. (muf/pojokjabar)