Soal Pembubaran MUI, DPR-RI Minta Warga Tidak Terprovokasi

MUI Jabar

MUI Jabar


POJOKJABAR.id, BANDUNG – Anggota DPR RI Deding Ishak, meminta kepada masyarakat jangan terprovokasi dengan kejadian penangkapan salah seorang anggota Komisi Fatwa MUI yang di duga terlibat aktivitas terorisme, juga munculnya wacana pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Orang yang berkeinginan itu (MUI bubar), disebutkan Deding, diindikasikan  orang tersebut bisa jadi  tidak suka kalau agama menjadi pedoman dan rujukan umat dan ulama menjadi panutan umat.

“Karena walau bagaimana pun MUI merupakan wadah kolektif para ulama, para ulama yang telah berkiprah melayani umat dan menjadi mitra pemerintah,” jelas Deding, Rabu (24/11/2021).

Oleh karena itu, menurut Deding bahwa pihak yang mengusulkan atau mewacanakan pembubaran MUI itub dan mengada-ada.

“MUI itu sebagai khodimul ummah atau pelayan umat dalam ibadah dan muamalah yang satu fungsi utamanya adalah mengeluarkan fatwa,” jelasnya

MUI juga sebagai Shodiqul hukumah  atau mitra pemerintah.  Apalagi, sambungnya, MUI selama ini diakui Presiden Jokowi yang dalam setiap kesempatan selalu menghadiri setiap kegiatan yang digelar. B

“Beliau (Presiden Jokowi) sangat mendengarkan nasihat dan saran masukan MUI,” paparnya.

Presiden Jokowi Widodo (Jokowi), dan jajaran kabinetnya lanjutnya, sangat mengapresiasi  eksistensi dan peran  MUI dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan semata-mata bagi  kemaslahatan umat.

“Dari kebijakan itu secara langsung tercipta   kerukunan umat beragama dgn pemerintah yang harmonis dan kondusif,” jelasnya.

Ia menjelaskan, kalau MUI selama ini sudah menjadi mitra pemerintah dalam menciptakan keselarasan kehidupan beragama juga mendukung.mengoreksi dan memberikan solusi serta menjalankan program sejalan dgn kebijajan pembangunan yg ditetapkan pemerintah.

“Seperti aktif dalam mengatasi pandemi covid-19. Pengembangan ekonomi syariah pemberdayaan dai dan mubaligbe berjalan dengan baik berkat huhungan antara Pemerintah dan MUI terjalin komunikasi yang harmonis,” terangnya.

Untuk itu, ia menegaskan, wacana pembubaran MUI sendiri, Deding bersyukur pemerintah responsif.

“Langsung ditindak lanjuti oleh Menkopolhukam Mahfud MD dan staf Presiden dengan segera menyatakan ketegasannya.bahwa MUI kehadirannya dibutuhkan umat dan pemerintah. Syukur Alhmadulillah masyarakat tidak terprovokasi, malah banyak dukungan yang masuk ke MUI,” ujarnya.

Termasuk masalah Permendikbud Nomor 30 tahun 2021, ia menuturkan, MUI cepat tanggap dan meminta agar aturan tersebut bisa segera direvisi atau dicabut.

“Itu bukti nyata peran MUI untuk mengingatkan pemerintah agar tidak salah langkah. Terkait dugaan keterlibatan anggota kom fatwa MUI    menyebutkan, MUI lebih menjunjung tinggi HAM dengan mengedepankan azas praduga tak bersalah kepada orang yang sudah di duga terlibat aktivitas terorisme tersebut,” jelasnya.

Namun perlu digarisbawahi, tambahnya, MUI sudah mengeluarkan fatwa no 3 th 2004 ttg terorisme  dan membentuk Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET) untuk bersinergi dgn pemerintah dan komponen bangsa lainnya melaksanakan program2 pencegahan terorisme.

“Itu bukti kesungguhan sekaligus bukti  MUI  sdh bekerja menanggulangi terorisme sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing, mari kita akhiri polemik ini, kita kembali menjalankan aktivitas sebagai umat dan warga negara, para pengurus dan dai terus menjakankan aktivitas dakwah amar ma’ruf nahi munkar, dmeningkatkan  pemahaman gerakan  islam washotiyah dalam menangkal terorisme,” pungkas Deding Ishak yang juga menjabat sebagai Ketua umum MDI (Majelis Dakwah Islamiyah) ini.

Rakyat Jangan Terprovokasi Soal Wacana Pembubaran MUI, MUI Mitra Pemerintah yang konstruktif dan produktif untuk kemajuan dan Kemaslahatan bangsa.

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds