DPR RI Sorot Indonesia, Turun Kelas Jadi Negara Berpenghasilan Menengah ke Bawah

Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi


POJOKJABAR.com– Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Byarwati menyoroti turunnya kelas Indonesia menjadi negara berpenghasilan menengah ke bawah.

Padahal sebelumnya, Indonesia negara berpendapatan menengah atas (upper middle income country) berdasar berdasar data World Bank.

Menurut Anis, turunnya peringkat Indonesia itu dikarenakan imbas penanganan Covid-19 yang lamban oleh pemerintah.

“Sehingga berdampak pada perekonomian nasional, jadi ekonomi kita merosot karena mengatasi Covid-19 tidak cepat,” ujarnya kepada Pojokjabar.com di Jakarta, Sabtu (10/7/2021)

“Angka vaksinasi saja baru mencapai 4,7 persen dari total penduduk Indonesia 270 juta jiwa, ditambah lemahnya leadership, kurang terintergrasinya setiap kebijakan, lemahnya koordinasi antar pusat dan daerah,” sambungnya.

Selain itu, anggota DPR RI itu juga mengusulkan efektifitas vaksin untuk tenaga kesehatan juga perlu ditingkatkan.

“Dengan memberikan vaksin yang miliki efikasi (kemanjuran) yang tinggi yang jauh di atas Sinovac,” ucap Anis.

Ia mengatakan, prioritas saat ini adalah menyelamatkan nyawa rakyat Indonesia.

“Kelangkaan oksigen, tempat tidur, dan obat-obatan juga kelelahan nakes harus segera ditangani pemerintah agar semua pasien bisa terlayani,” terangnya.

Anak buah Ahmad Syaikhu itu meminta pemerintah gerak cepat dalam menangani pandemi Covid-19 yang semakin hari mengawatirkan.

“Melihat eskalasi kasus positif yang hampir mencapai angka 40 ribu kasus per hari, pemerintah jangan lamban,” tuturnya.

Melihat dari kasus perhari itu, Anis mendesak pemerintah untuk segera membuat rumah sakit tambahan darurat dengan memanfaatkan gedung-gedung pemerintah yang masih kosong.

“Ini kondisi dan situasi sudah mendesak, harus segera membuat RS darurat, baik di gedung-gedung milik pemerintah atau stadion olahraga,” pungkas Anis.

Data Bank Dunia atau World Bank

Menurut World Bank, negara yang masuk dalam kategori lower-middle-income, yaitu mereka yang memiliki GNI per kapita antara 1.046 dolar Amerika Serikat (AS) sampai 4.095 dolar AS.

Rentang ini telah dinaikkan dari 1.035-4.045 dolar AS tahun lalu karena memperhitungkan inflasi.

Bank Dunia juga menaikkan kisaran pendapatan untuk golongan berpenghasilan menengah ke atas yaitu dengan GNI sebesar 4.096-12.695 dolar AS dari 4.046-12.535 dolar AS.

Data World Bank menunjukkan GNI per kapita Indonesia tercatat sebesar 3.870 dolar AS pada 2020.

Sebelumnya pada 2019, GNI per kapita Indonesia sebesar 4.050 dolar AS, membuatnya masuk kategori berpenghasilan menengah ke atas.

Indonesia bergabung dengan 54 negara lain dalam kategori berpenghasilan menengah ke bawah.

Adapun beberapa negara yang termasuk kategori ini meliputi India, Filipina, Laos, Myanmar, Timor-Leste, dan Vietnam.

Sementara itu, negara lain yang juga turun kelas bersama Indonesia termasuk Belize, Iran, Mauritius, Panama, Rumania, dan Samoa. (muf/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds