Demi Cegah Covid-19, DPR RI Dorong Pemerintah Soal Tempat Wisata

Ilustrasi.

Ilustrasi.


POJOKJABAR.com– Perlu konsistensi dan ketegasan terkait pelarangan dibukanya tempat wisata selama libur lebaran.

Demikian disebutkan anggota Komisi II DPR RI, Guspardi Gaus.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah pusat mengeluarkan surat edaran terkait pelarangan pembukaan tempat wisata.

Menurutnya, penutupan tempat wisata berguna untuk meminimalisir adanya kerumunan,.

Sehingga, katanya, potensi klaster baru bisa diperkecil demi mencegah meningkatnya kasus positif Covid-19 seperti di India.

Jadi, meskipun vaksinasi terus berjalan, pemutusan mata rantai dengan tidak berkerumun perlu dilakukan.

“Makanya perlu surat edaran atau instruksi dari Mendagri Tito Karnavian kepada seluruh kabupaten kota dan provinsi, yang meminta kepada kepala daerah untuk menutup tempat wisata,” ucap Guspardi, Kamis (13/5).

Ia juga menyampaikan, pemerintah daerah harus memahami potensi kerumunan yang ditimbulkan di tempat wisata saat lebaran.

Pemda sebaiknya menutup tempat wisata saat momen liburan Idul Fitri meskipun tanpa instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Artinya ada surat menteri atau tidak tapi (kalau) tidak diindahkan percuma juga, yang paling penting kita punya kesamaan visi misi dalam cegah pandemi Covid-19,” tegas dia.

Dikatakannya, khusus untuk daerah zona hijau dan kuning jika pemda setempat membolehkan lokasi wisata di buka.

Namun, katanya, tetap harus membatasi jam operasional dan jumlah pengunjung.

“Pemberlakuan prokes secara ketat harus tetap ditegakkan dan dilarang keras melakukan kerumanan. Pemda juga harus melibatkan aparat keamanan untuk mengawasinya,” ujarnya.

Guspardi mengingatkan, mencegah jauh lebih baik dari pada lepas kendali dan terjadi tsunami Covid-19 seperti India.

Apalagi sudah ditemukan varian baru mutasi Covid-19 yang lebih ganas penyebarannya.

“Kita harus sungguh-sungguh waspada. Karena masalah kesehatan dan keselamatan nyawa masyarakat lebih utama penanganannya dari pada aspek-aspek lain,” pungkasnya. (jpc/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds

Rektor IPB Arif Satria dirawat di RS EMC Sentul Bogor

Rektor IPB Positif Covid-19 Lagi

Rektor institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria, terkonfirmasi positif Covid-19 kedua kalinya, usai sempat positif pada September 2020.