Kuwu Sidamukti Angkat Suara Soal Viral Desa Mati di Majalengka

Kondisi sekitar Desa Sidamukti, Majalengka./Foto: Istimewa

Kondisi sekitar Desa Sidamukti, Majalengka./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, MAJALENGKA– Kuwu (Kepala Desa) Sidamukti, Karwan angkat suara terkait tayangan video viral soal vlog Bucin dengan konten terkait desa ‘mati’.

Menurutnya, video tersebut bukan gambaran Desa Sidamukti secara keseluruhan.

“Salah satu Blok di Desa Sidamukti, yaitu Blok Tarikolot. Itu eks permukiman, pantas saja kosong,” kata Karwan.

 

Dia menjelaskan, warga yang sebelumnya tinggal di blok itu sudah direlokasi ke blok lain yang relatif lebih aman.

“Orangnya sudah pindah ke Blok Buah Lega. Masih di Desa Sidamukti,” katanya. Sementara, video tentang desa mati yang diunggah akun Bucin TV ada dua.

Ia merasa perlu meluruskan viralnya sebutan desa mati. Sebab, sebutan itu kurang tepat.

Karena tidak semua penduduk Desa Sidamukti pindah meninggalkan kampungnya.

Viralnya desa tersebut diawali vlog Bucin Tv yang berkunjung ke desa tersebut. Di lokasi, memang nampak bangunan yang sudah tidak ditempati bertahun-tahun.

“Desa ini kosong tanpa kehidupan dan gw penasaran dengan kondisi siang hari di desa ini. Jangan khawatir, gw juga melakukan penulusan di malam hari sehingga kalian akan melihat perbedaan kondisi siang dan malam di desa ini,” tulis keterangan akun tersebut.

Bucin Tv memang mengunggah dua video yakni pada siang dan malam hari.

Kesan horor memang sangat terasa, terlebih penampakan suasana desa yang tidak lagi dihuni.

Rupanya Desa Sidamukti ditinggalkan oleh warganya tahun 2011. Sebab, kawasan itu sering dilanda pergerakan tanah dan longsor.

Longsor pertama terjadi tahun 2001. Ketika itu, sebagian warga sudah memilih mengungsi. Kemudian pada tahun 2012, pemerintah menyediakan tempat baru bagi penduduk agar meninggalkan desa tersebut.

Karwan kembali mengatakan, konten yang menjadi viral di media sosial tentu harus diluruskan. Jangan sampai ini terjadi seperti beberapa tahun sebelumnya keberadaan desa fiktif.

“Padahal desa kami (Sidamukti) masih ada. Jangan sampai nanti ada kesan ‘Desa Mati’. Kita juga lagi menelusuri siapa yang membuat vlog dan sumbernya dari mana. Sehingga sekarang menjadi viral di pemberitaan,” terangnya.

Di kalangan masyarakat, sebutan ‘kampung mati’ di Blok Tarikolot sering menjadi perbincangan. Namun, sebenarnya hal itu juga bisa dikatakan tidak benar.

Sebab, ternyata ada juga yang masih tinggal di area tersebut meski para tetangganya telah pindah ke lokasi yang dianggap lebih aman.

Di lokasi itu, ada setidaknya 30 rumah yang masih bertahan. Ada juga penduduk yang kembali menghuni blok tersebut.

Sebelumnya diberitakan, viral di media sosial sebuah desa ‘mati’ di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Desa tersebut bernama Desa Sidamukti, Kecamatan Majalengka.

Desa tersebut menjadi pembahasan warganet pasca adanya unggahan video berjudul Desa Mati, Ratusan Rumah Kosong-Majalengka yang diunggah akun Bucin TV pada 28 Januari 20121 lalu.

(ono/RC/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds