Mewakili Warga Lampung, Andika Minta Maaf ke Syekh Ali Jaber

Andika Mahesa./Foto: Istimewa

Andika Mahesa./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com– Syekh Ali Jaber yang meninggal dunia pada Kamis (14/1) di usia 44 tahun itu tidak marah atau dendam meski dirinya ditusuk.

Padahal, ia sempat menjadi korban penusukan saat sedang berceramah di Bandar Lampung pada 13 September 2020 lalu.

Ia justru berusaha menenangkan suasana dengan menyempatkan diri datang ke podcast Deddy Corbuzier sehari setelah menjadi korban penusukan.

 

Ia sengaja datang supaya kasus yang dialaminya tidak melahirkan permasalahan baru. Syekh Ali Jaber menenangkan masyarakat tidak ingin kasus yang dialaminya tersebut mendapat reaksi berlebihan dari para jamaahnya.

 

Insiden penusukan Syekh Ali Jaber di Lampung tahun lalu membuat Andika Mahesa sebagai warga Lampung merasa malu. Mewakili warga Lampung, dia pun meminta maaf atas kejadian tak mengenakkan tersebut.

’’Mohon maaf, gue sebagai perwakilan masyarakat Lampung, pada saat ke Lampung sempat terjadi insiden yang kurang menyenangkan,’’ kata Andika Mahesa saat ditemui di bilangan Tendean Jakarta Selatan, Kamis (14/1).

Vokalis Kangen Band itu berdoa agar semua amal ibadah Syekh Ali Jaber diterima disisi Tuhan dan kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat selama ini diampuni. Andika Mahesa juga berdoa supaya Syekh Ali Jaber ditempatkan di surga.

’’Beliau salah satu guru yang dihormati, ya, khususnya di Indonesia. Ada pepatah beliau, walaupun saya lahir di Madinah saya siap mati di Indonesia,’’ tuturnya.

Andika Mahesa menilai, ceramah Syekh Ali Jaber memiliki ciri khas meneduhkan. Setiap ceramahnya terdengar sangat lembut memperlihatkan kecintaannya kepada agama, bangsa dan negara.

’’Orang cara dakwahnya beda-beda. Kalau beliau lebih lembut cenderung ke hati gitu. Dia dizalimi orang aja jawabnya santai gitu. Ngomongnya ini cobaan dari Allah, jangan suka menghina orang kalau nggak mau dihina. Itu yang paling gue ingat dari beliau,’’ tutur Andika.

Seperti diketahui, Syekh Ali Jaber meninggal dunia Kamis pagi (14/1) pukul 08.30 WIB di Rumah Sakit Yarsi, Cempakah Putih, Jakarta Pusat, setelah sempat mendapat penanganan intensif. Ia sempat dinyatakan positif Covid-19 namun berhasil disembuhkan.

Kendati demikian, penyakitnya sudah menjalar ke para-paru. Jenazah Syekh Ali Jaber dibaringkan dalam peristirahatan terakhir di Pondok Pesantren Daarul Quran, Tangerang, Banten Kamis sore.

(jpc/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds