Menantu Nurhadi Langsung Jalani Swab Test, Ini Sebabnya

Ilustrasi virus corona

Ilustrasi virus corona


POJOKJABAR.com– Persidangan Nurhadi dan Rezky ditunda lantaran Rezky harus menjalani tes swab PCR untuk memastikan kondisi kesehatannya.

Diketahui, menantu mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Rezky Herbiyono dikabarkan reaktif Covid-19.

“Jadi sidang ini ditunda, terdakwa dua Saudara Rezky berdasarkan rapid antigen reaktif. Untuk itu diperlukan langkah berikutnya swab PCR,” kata tim kuasa hukum, Muhammad Rudjito di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (6/1).

Rudjito menyampaikan, hasil tes swab PCR baru akan diketahui sehari setelahnya. Sehingga bila dinyatakan negatif, sidang akan dilanjutkan pada Jumat, 8 Januari 2021 mendatang.

“Kalau hasilnya negatif hari Jumat akan dilakukan persidangan,” ungkap Rudjito.

Sedianya dalam persidangan kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menghadirkan saksi Iwan Cendikia Liman ke dalam persidangan. Dia menegaskan, selama proses persidangan belum terbukti adanya aliran uang pengurusan perkara kepada Nurhadi.

“Sampai saat ini kami tim kuasa hukum masih berkeyakinan bahwa dakwaan Jaksa dengan perkara Nurhadi yang kaitannya dengan pengurusan perkara kami meyakini, bahwa itu tidak ada bukti sama sekali. Sampai saat ini sama sekali tidak ada bukti dalam konteksnya pengurusan perkara,” tegas Rudjito.

Sebelumnya, Ketua Majelis Hakim Saifuddin Zuhri menyatakan harus menunda persidangan terhadap Nurhadi dan Rezky. Sidang akan dilanjutkan pada Jumat, 8 Januari 2021 apabila hasil tes swab Rezky dinyatakan negatif.

“Tunggu saja besok hasilnya, kalau sudah keluar nanti dikabari, pun kalau positif tidak perlu hadir. Kalau negatif saksi Jumat bisa hadir ya,” ujar Hakim Zuhri.

Dalam perkara ini, mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono didakwa menerima gratifikasi senilai Rp 37,287 miliar dari sejumlah pihak yang beperkara di lingkungan pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, hingga peninjauan kembali.

Selain itu, Nurhadi dan menantunya turut didakwa menerima suap Rp 45.726.955.000 dari Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto. Uang suap tersebut diberikan agar memuluskan pengurusan perkara antara PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN) terkait dengan gugatan perjanjian sewa menyewa depo kontainer.

Atas perbuatannya, Nurhadi dan Rezky didakwa melanggar Pasal 12B Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP dan Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

(jpc/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds