LSM Walhi Tolak Undangan DPR RI, Ini Kata Politisi Golkar

Ilustrasi RUU Omnibus Law./Foto: jpc

Ilustrasi RUU Omnibus Law./Foto: jpc


POJOKJABAR.com–¬†Anggota Komisi IV Firman Soebagyo mengaku tak heran dengan sikap LSM Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menolak undangan DPR RI.

Undangan tersebut berkaitan dengan mengikuti rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Ciptaker) terkait kawasan hutan.

Demikian disampaikan oleh Politisi Golkar itu saat dihubungi Pojoksatu.id di Jakarta, Senin (16/11/2020).

“Tak heran lagi karena perilakunya Walhi memang seperti itu, saya sewaktu jadi pimpinan Komisi IV tidak pernah memperhitungan LSM seperti Wahli,” ungkapnya

Menurut Firman undangan RDPU tersebut untuk menyampaikan langsung penjelasan Walhi terkait UU Ciptaker tersebut.

Sebab, kata Firman, Walhi selama ini terus berteriak di luar sistem ketidak setujuanya perihal dengan pasal yang mengatur tentang hutan termuat dalam draf UU Ciptaker.

Namun, saat diundang untuk dimintai penjelasan terkait dengan persoalan tersebut Walhi malah memilih untuk tidak hadir.

“Maksud tujuan Komisi IV mengundang kehadiran Walhi hanya untuk di dengar masukan nya, daripada teriak-teriak diluar sistem,” ujarnya.

“Begitu juga saat pembahasan RUU Cipta Kerja juga diundang untuk didengar masukannya Tetapi ‘kan juga tidak mau hadir,” terimanya.

Firman pun berasumsi terkait dengan sikap Walhi tersebut, mungkin Walhi sudah mengira bahwa usulan mereka tidak akan diterima.

“Mohon maaf, ya, ‘kan tidak ada keharusan untuk memasukan setiap usulan kalau tidak sejalan dengan maksud dan tujuan UU itu sendiri,” tuturnya.

Oleh karena itu, Ia meminnta kepada semua anggota Komisi IV untuk tidak mengundang Walhi lagi dalam acara RDPU.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Nasional Walhi, Nur Hidayati, menegaskan penolakan Walhi menghadiri undangan tersebut sebagai sikap menolak UU Ciptaker.

“Kami menilai bahwa produk regulasi ini inkonstitusional, dan kami menolak terlibat dan dijadikan justifikasi, baik langsung maupun tidak langsung dalam proses-proses tersebut,” ujar Nur.

(Muf/ps/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds