Infus Blak-blakan Pertanyaan Prinsip Penanganan Jokowi Soal Clovid-19

Ilustrasi Pilkada Serentak

Ilustrasi Pilkada Serentak


POJOKJABAR.com– Setelah keputusan Pilkada 2020 tetap digelar tahun ini, aura krisis yang diminta Presiden Joko Widodo untuk terus dibangun jajaran kabinet serta pihak terkait dalam penanganan pandemi global justru tidak lagi terlihat.

Untuk itu, prinsip penanganan pandemi Covid-19 yang kerap disampaikan Presiden Joko Widodo pun dipertanyakan Direktur Indonesia Future Studies (Infus), Gde Siriana Yusuf.

Menurut Gde Siriana, konsistensi aura krisis untuk mengedepankan penanganan pandemi Covid-19 lebih terlihat di kepala daerah.

“Saya melihat Gubernur Jateng berupaya menjaga konsistensi kebijakan,” ujar Gde Siriana Yusuf, dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (18/9).

Tipisnya aura krisis, lanjut aktivis Bandung Intiative ini, makin tampak dari sikap pemerintah bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan DPR yang bersepakat tetap menggelar Pilkada di tengah kondisi Covid-19 tanpa mempertimbangkan dampaknya.

Pemerintah, KPU, dan DPR beralasan, tidak ada jaminan pandemi Covid-19 akan berakhir tahun depan. Hingga memilih untuk tetap melaksanakan Pilkada Serentak pada tahun ini.

Karena itu, Gde Siriana menyimpulkan, sikap pemerintah bersama lembaga negara terkait justru memperjelas tujuan Pilkada hanya sebuah kegiatan berbisnis, tidak lebih.

“KPU, DPR RI, dan pemerintah pusat melihat Pilkada seperti business as usual. Padahal krisis Covid akan cepat selesai jika pemimpinnya work as usual. Perlu totalitas agar ‘aura’ sedang pandemi keluar,” tegas Gde Siriana Yusuf.

(rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds